Pemkab juga membentuk Satgas Koperasi Merah Putih yang bertugas melakukan pembinaan dan pendampingan berkelanjutan agar koperasi benar-benar produktif.
Unit usaha koperasi disesuaikan dengan potensi lokal, mencakup sembako, agen gas elpiji, apotek, gudang hasil pertanian, hingga simpan pinjam. Aset desa yang belum optimal akan dimanfaatkan sebagai fasilitas usaha.
“Kami yakin koperasi berbasis data dan potensi desa akan tumbuh sehat dan mandiri,” tambah Bupati Hamid.
Koperasi Merah Putih menjadi bagian dari program nasional untuk menciptakan ekonomi yang adil dan berdaulat dari desa, sekaligus mendukung agenda swasembada pangan dan penciptaan lapangan kerja.
“Ini bukan hanya momen nasional, tapi juga tonggak penting bagi Bondowoso untuk memimpin kebangkitan ekonomi desa,” tutupnya.












