Bisnis Kuliner Multibrand Diproyeksikan Maju Pesat Dengan Paduan Delivery

  • Whatsapp
Bisnis kuliner menggeliat kencang, di tengah pandemi Covid maupun krisis ekonomi.
Bisnis kuliner menggeliat kencang, di tengah pandemi Covid maupun krisis ekonomi.

Memo.co.id

Bisnis kuliner menggeliat kencang, di tengah pandemi Covid maupun krisis ekonomi. Kuliner adalah kebutuhan dasar yang selalu dituntut ada setiap saat, sekalipun krisis menggerus ekonomi tanah air. Perkambangan saat ini, bisnis kuliner menjadi trend pewirausaha rumahan.

Bacaan Lainnya

Mengapa arah bisnis kuliner menjadi bisnis rumahan dan mampu membubuhkan omset yang lumayan besar ? Jawabannya adalah kebiasaan baru di tengah pandemi. Kebiasaan work from home, setidaknya memberi peluang baru bisnis rumahan. Sektor yang bisa bergerak dalam bisnis di era pandemi, adalah kuliner.

Kondisi inilah, nampaknya menjadi pelatuk bagi Hangry – sebuah brand bisnis kuliner tanah air yang sudah cukup dikenal. Hangry Indonesia. Kini, Hangry mengembangkan resto dengan multi brand. Model marketing yang dijalankan adalah konsep digital melalui kanal pesan antar ( delivery order )

loading…

“Brand kami saat ini adalah San Gyu (japanese beef bowl), Ayam Koplo (ayam geprek), Bude Sari (nasi ayam, kulit dan paru tradisional) dan Kopi Dari Pada (aneka ragam minuman). Semua brand ini kami mulai dari nol dan semuanya tersedia di food delivery seperti Gofood, Grabfood dan Traveloka Eats,” terang Co-Founder & CEO Hangry Abraham Viktor.

Untuk meningkatkan marketshare , tim Hangry Indonesia, sedang menggarap pengembangan aplikasi mobile . Pilihan terhadap aplikasi mobile sebagai satu terobosan, mengingat pangsa pasar, banyak pengguna mobile.

Selain itu, Hangry Indonesia juga aktif menjalankan rekrutmen bertalenta di bidang teknologi. Selain mengembangkan aplikasi, mereka akan berfokus mengembangkan sistem yang terintegrasi dengan aplikasi point-of-sales dan membangun supply chain internal perusahaan. ( fida )

Pos terkait