Jakarta, Memo – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan berencana memperkuat sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam upaya memberantas penyelundupan. Langkah strategis ini diharapkan mampu menekan kebocoran penerimaan negara yang selama ini kerap terjadi akibat aktivitas ilegal di perbatasan dan pelabuhan “tikus”.
Direktur Jenderal Bea Cukai yang baru, Djaka Budhi Utama, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta DJBC untuk lebih optimal dalam mendukung penerimaan negara dari sektor kepabeanan.
“Banyak pelabuhan gelap yang mungkin perlu dikoordinasikan dengan TNI dan Polri. Mungkin salah satu intinya adalah untuk itu, memastikan tidak ada penyelundupan atau mengurangi penyelundupan sehingga penerimaan negara bisa sesuai dengan target,” jelas Djaka usai konferensi pers APBN KiTa di Jakarta. Ia menambahkan, kolaborasi erat dengan aparat penegak hukum menjadi kunci untuk menutup celah yang sering dimanfaatkan para penyelundup, baik untuk barang masuk maupun keluar wilayah Indonesia.
Perkuat Sinergi Lintas Lembaga dan Perbaiki Citra
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara resmi melantik Djaka Budhi Utama sebagai Dirjen Bea dan Cukai, menggantikan Askolani. Dalam sambutannya, Sri Mulyani menekankan pentingnya kehadiran Djaka dalam memperkuat sinergi lintas lembaga.












