Kegiatan yang diberi nama Gebyar Hari Raya Ketupat itu awalnya dilakukan untuk mempererat jalinan silaturahim antarnelayan di lingkungan Bancaran. Tetapi kemudian karena ingin suasana lebih ramai dan meriah, akhirnya dibuka untuk umum dan tanpa dikenakan biaya apa pun.
“Khusus pada Lebaran Ketupat kali ini, Arung Laut ini juga dimaksudkan sebagai bentuk rasa syukur, karena kasus Covid-19 mulai melandai di Kabupaten Bangkalan,” kata dia.
Selain Arung Laut, kegiatan lain yang juga digelar masyarakat Madura dalam berupaya memeriahkan Lebaran Ketupat dengan menggelar Per-Peran. Per-peran merupakan tradisi masyarakat Pamekasan di pesisir Desa Kramat dan Desa Tanjung, yaitu naik andong dan becak keliling desa sehari setelah Lebaran dan pada Lebaran Ketupat atau tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri.
Menurut tokoh masyarakat setempat Syafawi, Per-Peran awalnya merupakan kegiatan rutin masyarakat pesisir dalam menjalin siturahim dengan kerabat dan handai taulan dengan mengendarai kendaraan tradisional andong. “Tapi dalam perkembangan ada juga kendaraan becak sehingga kendaraan yang digunakan masyarakat bukan hanya andong, akan tetapi juga becak,” ujarnya.
Pada Selasa (10/5/2022), Per-Peran digelar warga di dua desa ini di jalur penghubungan antara Kabupaten Pamekasan dengan Kabupaten Sampang, sehingga arus lalu lintas dari arah Pamekasan yang hendak menuju Sampang dan sebaliknya terganggu.












