Arangga menegaskan bahwa orang kaya seharusnya tidak menjadi target bantuan, dan mereka memiliki banyak opsi sumber energi lainnya. Ia menyarankan agar regulasi diterapkan pada golongan kaya untuk mencegah mereka membeli BBM dan LPG bersubsidi yang seharusnya ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah.
Energy Watch juga mengklaim bahwa solusi untuk kebutuhan energi rumah tangga di Indonesia tidak dapat diatasi dengan pendekatan satu ukuran untuk semua. Misalnya, masyarakat pesisir lebih cocok menggunakan kompor surya, sedangkan masyarakat perkotaan dapat mengandalkan sumber jaringan gas alam yang sudah tersedia.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Di sisi lain, Direktur Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, memahami kompleksitas masalah rantai pasok LPG dan memprediksi potensi perlawanan saat pemerintah menjalankan program kompor listrik. Adhiguna menekankan perlunya komitmen kuat dari kepala negara untuk mendukung kebijakan berbasis data objektif.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, juga meragukan manfaat kompor listrik, terutama jika tujuannya adalah mengurangi oversupply pasokan listrik di Indonesia. Menurutnya, konsumsi listrik rumah tangga tidak signifikan, dan ia menyarankan agar program ini dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Rektor Institut Teknologi PLN, Iwa Garniwa, memberikan peringatan mengenai potensi hambatan program kompor listrik jika kepentingan industri gas masih dominan. Ia menekankan bahwa kompor listrik bukanlah satu-satunya solusi untuk mengatasi masalah oversupply listrik, tetapi dapat membantu menekan penggunaan LPG.
Sekjen Dewan Energi Nasional, Djoko Siswanto, belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai program kompor listrik untuk golongan orang kaya. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan memulai dengan tahap sosialisasi melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Kembali ke Kompor Listrik: Pertimbangan dan Keraguan Terhadap Program Sasaran Golongan Orang Kaya
Di tengah rencana kembalinya program kompor listrik untuk golongan orang kaya, para ahli seperti Direktur Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, dan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menyuarakan keraguan terhadap manfaat sejati program ini.
Mereka menyoroti kompleksitas rantai pasok LPG dan menekankan perlunya komitmen kuat serta evaluasi mendalam dari pemerintah sebelum melanjutkan proyek ini. Meskipun mungkin menjadi langkah positif dalam mengurangi oversupply listrik, program ini harus dijalankan dengan hati-hati dan disertai dengan solusi yang lebih komprehensif.












