Sementara itu, korban luka berat sepanjang 2025 tercatat hanya dua orang. Penurunan juga terjadi pada sisi kerugian materiil. Total kerugian akibat kecelakaan lalu lintas di tahun ini mencapai sekitar Rp293 juta, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang menembus Rp330,5 juta.
“Untuk kerugian materiil di tahun ini menurun sekitar Rp293 juta dibanding tahun 2024 sebanyak Rp330,5 juta,” tambahnya.
Baca Juga: Menang jadi Ketua KONI Kota Blitar, Samanhudi Sentil Dugaan “Cawe-Cawe” Pemkot
Kompol Subiyantana menilai, capaian tersebut tidak lepas dari peningkatan pengawasan, penegakan hukum lalu lintas, serta berbagai upaya preventif yang dilakukan jajaran kepolisian. Selain itu, ia juga menekankan peran penting meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Menurutnya, kolaborasi antara aparat dan pengguna jalan menjadi kunci utama terciptanya kondisi lalu lintas yang lebih tertib dan aman di wilayah Kota Blitar.
Baca Juga: Didemo MAKI dan Aktivis, Pencalonan Eks Napi Korupsi Ketua KONI Kota Blitar Tuai Penolakan Keras
Di tengah padatnya aktivitas dan mobilitas warga, penurunan angka kecelakaan ini menjadi sinyal bahwa jalan raya bisa lebih ramah—asal disiplin tidak hanya ditegakkan, tetapi juga dipahami sebagai kebutuhan bersama.*












