“Kita tidak ingin kejadian ini terulang lagi, baik di SDN ini maupun di sekolah lainnya. Jadi kita harap kerjasama dari semua pihak untuk mengikuti aturan,” terang Yasa.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN 1 Bendo Kota Blitar, Asy’ari saat ditemui diruang guru enggan menjawab pertanyaan awak media dengan dalih semua statmen satu pintu di Dinas Pendidikan Kota Blitar. Bahkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin tidak menampik arahan tersebut.
Baca Juga: Ratusan Warga 212 Datangi Kantor Kecamatan Rejotangan, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak
“Iya, proses proyek ada di kami (Dinas Pendidikan) jadi kami yang berhak memberikan jawaban,” terang Dindin.
Dindin Alinurdin membeberkan kronologi ambruknya atap teras kelas hingga berkordinasi dengan petugas sekolah, dan pihaknya segera melakukan evaluasi dengan pihak perencana, pelaksana proyek hingga meneliti gambar desain atap tersebut.
Baca Juga: IPAL di Dalam Dapur, MBG SPPG Jajar Sempat Diantar Pick Up Terbuka
Dinas Pendidikan Kota Blitar bersikap tegas dengan tidak memperpanjang durasi kontrak, dan tidak ada penambahan anggaran pasalany proyek tersebut belum ada serah terima sehingga masih menjadi tanggung jawab Cv Sido Jaya Perkasa.
“Kami tegaskan kepada pelaksana proyek untuk tidak menggunakan kembalikan material yang sudah rusak, harus menggunakan yang baru. Itu saat selesai proyek, akan kita teliti secara detail,” tutur Dindin.**












