Kediri, Memo
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memiliki visi besar untuk memajukan sektor peternakan di wilayahnya melalui agenda yang lebih dinamis dan kompetitif. Dengan mendorong kontes sapi agar digelar secara rutin setiap tahun, Mas Dhito ingin menempatkan Kabupaten Kediri sebagai pusat perhatian bagi dunia peternakan di Jawa Timur, sekaligus memberikan ruang bagi peternak lokal untuk unjuk gigi mengenai kualitas ternak hasil pembiakan mereka.
Bagi Mas Dhito, peternakan adalah salah satu pilar ekonomi kerakyatan yang memiliki potensi sangat besar namun belum tergarap secara maksimal. Pemimpin yang akrab disapa Mas Dhito ini menyadari bahwa untuk menaikkan kelas peternak lokal, dibutuhkan sebuah katalisator yang mampu memicu semangat inovasi.
Kontes sapi tahunan ia pandang sebagai langkah strategis untuk menciptakan iklim kompetisi sehat yang memacu peternak untuk terus belajar, baik dari sisi manajemen pakan, kesehatan hewan, hingga genetika sapi.
Sosok Mas Dhito dikenal sebagai pemimpin yang sangat mengutamakan hasil nyata. Ia tidak ingin kontes sapi hanya menjadi seremoni sesaat yang hilang begitu saja setelah acara selesai. Sebaliknya, ia mendorong agar ajang ini menjadi ruang transfer ilmu.
Dalam setiap kunjungannya di berbagai acara peternakan, Mas Dhito selalu berdialog dengan peternak mengenai hambatan yang mereka hadapi. Ia percaya bahwa dengan memberikan panggung kepada mereka, para peternak akan lebih termotivasi untuk meningkatkan standar pemeliharaan ternaknya.
Target menjadi yang terbaik di Jawa Timur tentu bukan sekadar mimpi di siang bolong bagi Mas Dhito. Ia melihat potensi genetik sapi yang ada di tangan peternak lokal Kabupaten Kediri sangat mumpuni.
Dukungan pemerintah daerah pun disiapkan secara matang, mulai dari fasilitasi tenaga medis hewan, pendampingan kesehatan reproduksi ternak, hingga kemudahan akses informasi bagi peternak.
Mas Dhito ingin memastikan bahwa Kabupaten Kediri memiliki ekosistem yang mendukung bagi peternak untuk memproduksi bibit-bibit unggul yang kompetitif di pasar nasional.
Dalam pandangan Mas Dhito, ketika kualitas sapi Kediri diakui oleh daerah lain, maka harga jualnya pun akan terdongkrak secara otomatis. Ini adalah upaya nyata dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dari tingkat akar rumput.
Ia menuntut jajaran dinas terkait untuk tidak bekerja secara administratif saja, melainkan harus bisa menjadi mitra bagi peternak, memberikan solusi teknis, dan menciptakan jaringan pemasaran yang lebih luas.
Gaya kepemimpinan Mas Dhito yang pragmatis dan fokus pada pengembangan potensi lokal membuat para peternak merasa mendapatkan tempat. Baginya, setiap warga yang mau bekerja keras untuk meningkatkan produktivitasnya layak mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.
Dengan menjadikan kontes sapi sebagai agenda tahunan yang berstandar tinggi, Mas Dhito yakin bahwa Kabupaten Kediri tidak hanya akan mencetak juara-juara kontes, tetapi juga melahirkan para peternak mandiri yang mampu menggerakkan ekonomi desa secara berkelanjutan. (adv/kominfo)












