Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Nganjuk

Kapten Arm Jianto : Santunan Anak Yatim Bentuk Penerapan Pancasila Dalam Tndakan

Mulyadi Memo
×

Kapten Arm Jianto : Santunan Anak Yatim Bentuk Penerapan Pancasila Dalam Tndakan

Sebarkan artikel ini
IMG20261031111601 scaled

NGANJUK, MEMO – Dalam rangka memperingati HUT TNI yang ke 81 , Komando Rayon Militer ( Koramil ) 0810/08 Baron melaksanakan agenda tasyakuran dan santunan anak yatim piatu pada hari ini ( Sabtu,31/10/2026).

Acara digelar di kantor Koramil 0810/08 Baron dihadiri oleh jajaran Muspika ( Camat Baron, Toni Soesanto, Danramil 0810/08 Baron , Kapten Arm Jianto dan Kapolsek Baron, AKP Oofy Adycta Septandra ).

Termasuk kepala desa se Kecamatan Baron, ibu ibu Persit Koramil 0810/08 Baron, pegawai Puskesmas Baron dan 10 anak yatim piatu.

” Kegiatan santunan anak yatim rutin digelar setiap tahun bersamaan dengan moment HUT TNI , Alhamdulillah bisa dilaksanakan dengan Istiqomah,” terang Danramil Baron, Kapten Arm Jianto.

Kegiatan santunan masih kata Kapten Arm Jianto adalah konsep Pancasila dalam tindakan. Artinya Pancasila bukan sekadar teori, slogan, atau nilai yang ada di angan-angan, melainkan harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa, dan bernegara.

Konsep ini menekankan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila harus “membumi” dan menjadi pedoman perilaku yang mengikat seluruh masyarakat serta penyelenggara negara.

” Pancasila tidak berhenti pada dokumen sejarah, dasar hukum , atau hafalan teks, tetapi harus dipraktekkan dalam hidup sehari hari melalui tingkah laku nyata,” tegasnya.

Disinggung pula oleh Kapten Arm Jianto saat ngobrol ringan usai acara menjelaskan seputar pentingnya penerapan nyata dari 5 sila dalam Pancasila .

” Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa) terapanya bersikap toleran antar umat beragama, menjaga kerukunan, serta menjunjung tinggi kejujuran dan integritas dalam bekerja,” ujar danramil.

Sementara untuk penerapan sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) masih kata danramil Baron tidak melakukan diskriminasi, saling menghargai sesama manusia, dan peduli kepada korban bencana atau masyarakat yang kurang mampu.

Dan untuk sila ke-3 (Persatuan Indonesia) menjaga persatuan di tengah keberagaman suku dan budaya, serta mencintai produk dan prestasi bangsa.

” Kalau sila ke-4 mengutamakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan serta menghargai pendapat orang lain,” imbuhnya.

Sedangkan untuk sila ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) harus bisa bersikap adil, tidak bersikap boros atau semena-mena, serta mendukung pemerataan dan kesejahteraan bersama.

Untuk diketahui acara tasyakuran dan santunan anak yatim dalam rangka memperingati HUT TNI ke 81 berlangsung lancar dan sukses sampai acara selesai. ( Adi)