“Di Kabupaten Blitar sudah berdiri 30 dari 97 dapur MBG yang direncanakan. Setiap dapur mampu menyerap sekitar 60 tenaga kerja. Bayangkan, ribuan warga terserap kerja lewat program ini. Ini sangat membantu perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Selain MBG, Bupati juga menyebut keberadaan Sekolah Rakyat sebagai salah satu inovasi pendidikan yang membuka akses belajar bagi masyarakat kurang mampu. Di bidang kesehatan, berbagai program peningkatan layanan terus digencarkan agar masyarakat Blitar semakin sehat dan produktif.
“Kalau rakyatnya cerdas dan sehat, maka jalan menuju masyarakat makmur dan sejahtera akan semakin terbuka,” tutur Rijanto.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Gus Iqdam menyampaikan pesan moral agar masyarakat senantiasa menjaga ketaqwaan dan persatuan.
Baca Juga: KA Dhoho Vs Truk Pasir: Tabrakan Keras Gegerkan Warga Gedog Blitar
“Jika masyarakatnya bertaqwa, insyaallah akan turun keberkahan bagi semuanya. Saya berpesan kepada teman-teman GPI agar selalu kompak dan menjaga semangat kebersamaan,” ujar Gus Iqdam melalui tayangan videotron.
Ia juga mengenang kedekatannya dengan Jaka Prasetya sejak lama, dan mengapresiasi perjuangan GPI dalam mendukung program pemerintah daerah.
Baca Juga: Instruksi Megawati Ditegaskan di Blitar, Kader Diminta Turun Langsung Rangkul Generasi Muda
“Mas Jaka ini sahabat lama saya, bahkan sebelum ST berdiri. Tujuannya tetap sama bagaimana kita semua bisa bersama-sama mendukung kepemimpinan Pak Rijanto dan Mas Beky Herdiansah, agar masyarakat Blitar mendapat keberkahan,” pesan Gus Iqdam menutup tausiyahnya.
Acara refleksi satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran ini ditutup dengan doa bersama dan hiburan rakyat, menandai optimisme baru menuju Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.**












