Blitar, memo.co.id
Skandal dalam pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar kembali menyeruak dan memantik kekecewaan publik. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memenuhi gizi dan mencerdaskan anak bangsa, justru tercoreng oleh dugaan penyimpangan distribusi menu oleh oknum pengelola dapur MBG.
Baca Juga: Suntikan Dana 1 Miliar Untuk Percepat Revitalisasi Pasar Legi Blitar Tahun 2026
Aib mencuat setelah SMPN 4 Kota Blitar menerima rapelan makanan berupa telur mentah, bukan makanan siap santap sebagaimana standar MBG. Kejadian serupa juga dialami siswa SMPN 1 dan MAN Kota Blitar, sehingga menimbulkan keresahan orang tua.
“Saya itu kaget dan marah. Ini sudah keblangsat, membohongi para siswa dengan menu makanan mentah,” ujar salah satu wali murid SMPN 4 dengan nada geram.
Sempat menjadi sorotan karena dinilai bungkam, Satgas MBG Kota Blitar akhirnya memberikan keterangan melalui Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, AP., selaku koordinator satgas.
“Terkait hal di atas, Satgas MBG sudah melakukan evaluasi bersama Wali Kota dan Korwil Kota/Korcam BGN, khususnya untuk SPPG Sananwetan (Jl. Jawa). Pemberian menu dan jenis sajian menjadi kewenangan SPPG sesuai pedoman/juknis yang ditetapkan BGN,” jelasnya.
Baca Juga: GPN Murka, DPRD Kota Blitar Dipaksa Dengar Jeritan Tenaga Outsourcing
Meski demikian, publik menilai Satgas tidak menjalankan fungsinya secara maksimal. Padahal, tugas pokok Satgas MBG mencakup perencanaan, pengawasan, pengamanan, monitoring, evaluasi, hingga memastikan kualitas gizi serta ketepatan distribusi makanan. Dalam kasus ini, peran tersebut dinilai mlempem.












