Surabaya, Memo
AJI Surabaya dan Kontras Desak Polisi Usut Kekerasan Wartawan Tempo. Ketua AJI Surabaya, Eben Haezer mendorong polisi untuk menyelidiki masalah kekerasan di Nur Hadi. Dia ingin, para pelaku dibawa ke ranah pengadilan dan mendapatkan hadiah hukuman yang cukup.
“Kami berharap ini (masalah kekerasan) ini dapat membuat kinerja polisi terus dapat diandalkan. Kami pikir, pelakunya memiliki anggota polisi, serta pengakuan Mas Nurhadi sendiri, ada juga (TNI) di Angkatan Darat Indonesia (TNI), kami juga meminta dukungannya dari teman-teman jurnalis, “kata Eben, Minggu (28 Maret 2021).
Eben berkata, berakhir dalam mengimplementasikan laporan kepada SPKT, Nurhadi ingin melakukan post mortem di beberapa bagian tubuhnya yang menghadapi kekerasan di Rumah Sakit Bhayangkara di Surabaya.
Untuk sementara waktu, Nurhadi dan keluarga ingin dihancurkan ke lokasi dan rahasia yang lebih nyaman. Ingat, kapan saja dapat terjadi pada ancaman lain bagi Nurhadi dan keluarga.
“Dengan cara fisik, di bibir dan cedera wajah . Tetapi yang sebenarnya bukan hanya masalah fisik, psikologi korban juga sangat hancur, terutama istrinya, saya pikir itu sangat terpukul dengan situasi ini. Kami ingin memastikan itu Nur Hadi dan keluarganya akan merasa nyaman, “kata jurnalis harian Surya.
Eben menjelaskan, memang jurnalis bekerja, terutama di Surabaya, masih tidak nyaman. Baginya, petugas penegak masih memandang jurnalis sebagai ancaman.
Baca Juga: Sah!! Ahmad Baharuddin Wabup Resmi Dapat SK PLT Bupati Tulungagung












