Untuk mempercepat realisasi, PUPR mengutamakan pengerjaan jalan menggunakan metode hotmix yang lebih cepat diaplikasikan. Sementara itu, pekerjaan irigasi dinilai relatif aman karena tidak membutuhkan konstruksi besar yang memakan waktu panjang.
Salah satu lokasi yang menjadi prioritas adalah penanganan longsor di Dusun Ilik-Ilik, Desa Kebonsari, Kecamatan Kademangan.
Baca Juga: Tinggalkan Kendaraan Bermotor, PUPR Blitar Bangun Budaya Kerja Ramah Lingkungan
“Dari hasil mitigasi, lokasi itu harus mendapat perhatian khusus. Mohon doa restunya,” tutur Agus.
Ia juga mengonfirmasi adanya sejumlah pembatalan kegiatan di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Penyebabnya antara lain kendala administrasi terkait pergantian pejabat, serta faktor cuaca dan waktu yang tidak lagi memungkinkan pelaksanaan proyek.
Baca Juga: NasDem Blitar Geram, Minta Tempo Minta Maaf Terbuka
“Selain soal waktu, mitigasi cuaca juga menjadi perhatian. Kami hanya melanjutkan pekerjaan yang paling memungkinkan,” jelasnya.
Agus menutup keterangannya dengan meminta dukungan semua pihak, termasuk media.
Baca Juga: PDIP Kota Blitar Siap Rebut Lagi Kursi Wali Kota
“Kami berharap kerja sama dan masukan dari teman-teman media. Posisi kami masih baru, dan tim optimis bisa bekerja maksimal,” pungkasnya. **












