Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Blitar

MANJA CERIA RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Ubah Pengalaman Anak Saat Dirawat Menjadi Lebih Menyenangkan

Prawoto Sadewo
×

MANJA CERIA RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Ubah Pengalaman Anak Saat Dirawat Menjadi Lebih Menyenangkan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260730 WA0009

Blitar, Memo.co.id

Suasana ruang perawatan anak identik dengan tangisan, rasa takut, dan kecemasan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius RSUD “Ngudi Waluyo” Wlingi yang kemudian melahirkan sebuah inovasi pelayanan kesehatan anak bertajuk MANJA CERIA (Bermain, Bekerjasama, Bercerita, Edukasi, dan Bergembira).

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Inovasi yang mulai diterapkan pada Juni 2022 ini menjadi salah satu strategi rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan anak yang lebih humanis, ramah anak, dan berpusat pada pasien serta keluarga. Melalui pendekatan tersebut, anak tidak hanya memperoleh pengobatan secara medis, tetapi juga mendapatkan pendampingan psikologis selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Lahirnya MANJA CERIA berawal dari hasil evaluasi pelayanan di Ruang Arimbi RSUD “Ngudi Waluyo” Wlingi. Saat itu, rumah sakit menemukan masih tingginya tingkat kecemasan anak selama menjalani hospitalisasi. Mini riset yang dilakukan pada Februari hingga Maret 2022 terhadap 68 pasien menunjukkan sebanyak 43 anak atau 61,8 persen mengalami stres emosional selama menjalani perawatan.

“Kondisi tersebut menjadi evaluasi penting bagi rumah sakit. Anak yang dirawat bukan hanya membutuhkan obat dan tindakan medis, tetapi juga membutuhkan rasa aman, nyaman, perhatian, serta suasana yang menyenangkan agar proses penyembuhan berjalan lebih optimal,” ungkap salah satu tim pengembang inovasi MANJA CERIA.

Melalui inovasi ini, pelayanan anak di Ruang Arimbi dirancang lebih ramah dengan mengintegrasikan berbagai kegiatan yang mendukung kondisi psikologis pasien. Anak diajak bermain sesuai usia dan kondisi kesehatannya, mendapatkan terapi bermain, mendengarkan cerita, memperoleh edukasi kesehatan dengan metode yang mudah dipahami, serta mengikuti berbagai aktivitas yang mampu mengurangi rasa takut selama menjalani perawatan.

Tidak hanya itu, orang tua juga dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan pelayanan. Keluarga menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan melalui pendampingan emosional, mengikuti edukasi kesehatan, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan bersama tenaga kesehatan.

Dokter spesialis anak, perawat, hingga manajemen rumah sakit bekerja secara kolaboratif dalam pelaksanaan inovasi tersebut. Perawat berperan sebagai fasilitator kegiatan MANJA CERIA, mulai dari melakukan asesmen tingkat kecemasan pasien, menyusun rencana kegiatan, melaksanakan terapi bermain, memberikan edukasi kepada keluarga, hingga mendokumentasikan seluruh proses pelayanan.

Menurut pihak rumah sakit, pendekatan tersebut terbukti mampu menciptakan suasana perawatan yang lebih menyenangkan sehingga anak lebih kooperatif saat menjalani pemeriksaan maupun tindakan medis. Lingkungan yang sebelumnya identik dengan rasa takut perlahan berubah menjadi ruang yang lebih bersahabat bagi anak.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini