Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Blitar

Melawan! Wartawan Blitar Raya Tolak Sebutan Londo Ireng

Prawoto Sadewo
×

Melawan! Wartawan Blitar Raya Tolak Sebutan Londo Ireng

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260728 102832 Gallery

Blitar, Memo.co.id

Solidaritas insan pers menggema di Kota Blitar. Puluhan wartawan dari berbagai organisasi profesi berkumpul di kawasan Patung Bung Karno, Selasa (28/7/2026), untuk menyampaikan penolakan atas ucapan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut wartawan sebagai “londo ireng”.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Aksi yang diikuti anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Blitar Raya itu berlangsung damai. Berbagai poster dan spanduk dibentangkan sebagai penegasan bahwa kebebasan pers harus dijaga serta profesi wartawan tidak boleh dilekatkan dengan stigma yang merendahkan.

Bagi para peserta aksi, istilah yang dilontarkan kepala negara bukan sekadar pilihan kata. Pernyataan tersebut dinilai dapat membentuk persepsi negatif terhadap profesi wartawan yang selama ini menjalankan fungsi kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.

Sekretaris IJTI Blitar Raya, Winanto, mengatakan gerakan tersebut lahir dari keprihatinan insan pers, bukan sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah. Menurutnya, wartawan bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan terikat Kode Etik Jurnalistik.

“Pers Indonesia merupakan salah satu pilar demokrasi yang bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Kami menolak segala bentuk pelabelan, stereotip, maupun narasi yang mendiskreditkan profesi wartawan, terlebih jika disampaikan oleh pejabat publik,” kata Winanto saat membacakan pernyataan sikap.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini