Blitar, memo.id
Destinasi wisata kuliner di Kabupaten Blitar kembali bertambah. Warung Lumbung Padi yang berlokasi di Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok, hadir menawarkan pengalaman menikmati hidangan khas Jawa dengan suasana pedesaan yang asri, teduh, dan ramah keluarga.
Meski baru beroperasi sekitar dua bulan, warung ini mulai menarik perhatian masyarakat, baik dari Blitar maupun luar daerah. Konsep yang menggabungkan kuliner tradisional dengan panorama alam menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Pada pagi hari, Warung Lumbung Padi menyajikan beragam menu khas Jawa seperti tiwul, nasi jagung, hingga aneka lauk pauk berbahan ikan laut maupun ikan air tawar. Berbagai pilihan sayuran tradisional, urap pedas, serta lodo ayam kampung menjadi menu andalan yang banyak diminati pelanggan.
Tidak hanya menawarkan cita rasa masakan rumahan kaya rempah nusantara, suasana alam yang masih hijau menjadi nilai tambah. Sejumlah gazebo berdiri di berbagai sudut area sehingga pengunjung dapat menikmati santapan bersama keluarga dengan lebih nyaman.
Bagi anak-anak, pengelola juga menyediakan kolam renang alami serta area permainan outbound sederhana yang menyatu dengan lingkungan sekitar. Kehadiran fasilitas tersebut membuat Warung Lumbung Padi tidak sekadar menjadi tempat makan, tetapi juga lokasi rekreasi keluarga.
Lokasinya berada sekitar 500 meter ke arah barat dari perempatan Balai Desa Bangsri. Area parkir yang luas mampu menampung kendaraan roda dua maupun roda empat sehingga memudahkan pengunjung yang datang secara rombongan.
Di bangunan utama, tersedia meja panjang berbahan kayu alami yang mampu menampung sekitar 12 orang. Sementara bagi pengunjung yang menginginkan suasana lebih santai, gazebo-gazebo yang tersebar di area persawahan menjadi pilihan favorit.
Salah seorang pelanggan asal Tulungagung, Sugianto, mengaku terkesan dengan konsep yang diusung Warung Lumbung Padi.
“Kebetulan saya ada acara di Blitar, kemudian mampir ke Warung Lumbung Padi. Anak-anak sangat dimanjakan dengan beberapa permainan alam. Sedangkan menu masakannya sangat enak dan banyak pilihannya,” ujar Sugianto.
Ia mengatakan salah satu menu yang paling berkesan adalah ayam kampung ingkung dengan siraman kuah lodho pedas kaya akan rempah alami yang memiliki cita rasa khas.
“Anak-anak juga disediakan menu camilan seperti mix platter, mendoan, tahu walik, dan sosis. Jadi mereka bisa bermain sambil menikmati makanan,” tambahnya.
Kehadiran Warung Lumbung Padi dinilai menjadi alternatif baru bagi masyarakat yang ingin menikmati wisata kuliner dengan suasana berbeda. Di tengah semakin berkembangnya sektor kuliner di Kabupaten Blitar, konsep yang memadukan kelezatan makanan tradisional dengan nuansa alam dinilai mampu memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi pengunjung.
Selain mendukung pelestarian kuliner tradisional Jawa, keberadaan tempat seperti ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa melalui sektor usaha mikro, pariwisata, dan pemberdayaan potensi lokal.
Dengan jarak sekitar lima kilometer dari pusat Kota Blitar, Warung Lumbung Padi menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati hidangan khas Jawa sembari merasakan kesejukan alam pedesaan bersama keluarga.**
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












