Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Blitar

Punjer Madiun Hadir di Blitar, Kang Mas Taufik dan Kang Mas Bagas Ajak Warga PSHT Perkuat Persaudaraan

Prawoto Sadewo
×

Punjer Madiun Hadir di Blitar, Kang Mas Taufik dan Kang Mas Bagas Ajak Warga PSHT Perkuat Persaudaraan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260712 WA0003

BLITAR, Memo.co.id – Semangat persaudaraan menjadi pemandangan paling menonjol dalam tasyakuran warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Blitar yang digelar di Lapangan Terbuka BUMDes Kreasi, Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Sabtu (11/7/2026). Ribuan warga PSHT dari berbagai daerah hadir memadati lokasi, termasuk rombongan warga yang membawa atribut bertuliskan PSHT Punjer Madiun.

 

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Kehadiran warga dari Madiun, Ponorogo, Tulungagung, Kediri, Trenggalek, hingga sejumlah daerah lainnya menjadi bukti kuat bahwa ikatan persaudaraan di tubuh PSHT tetap terjalin erat tanpa memandang asal cabang maupun ranting.

 

Di sela-sela acara, Ketua PSHT Cabang Kabupaten Blitar, Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono atau Kang Mas Bagas, menyampaikan pesan yang sejalan dengan arahan Ketua Umum PSHT, Kang Mas Taufik. Ia mengingatkan agar seluruh warga terus menjaga persatuan, mengedepankan rasa saling menghormati, dan tidak mudah terpecah oleh berbagai persoalan yang dapat merusak nama baik organisasi.

 

“Pesan dari Kang Mas Taufik sangat jelas, yaitu menjaga kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan tetap menjadikan ajaran PSHT sebagai pedoman dalam kehidupan. Itu yang harus terus kita pegang bersama,” ujar Kang Mas Bagas.

 

Menurutnya, kekuatan terbesar PSHT bukan terletak pada jumlah anggotanya, melainkan pada kesetiaan seluruh warga dalam menjaga nilai-nilai luhur organisasi yang diwariskan para pendahulu.

 

“Nilai kesetiaan dan persaudaraan adalah fondasi utama yang tidak boleh luntur. Kita harus tetap rendah hati, saling menghargai, dan menjaga kekompakan agar PSHT semakin dicintai masyarakat,” katanya.

 

Bagas menegaskan, warga PSHT harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dengan mengedepankan akhlak, hati nurani, serta penyelesaian persoalan melalui musyawarah, bukan tindakan yang melanggar hukum.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini