Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Blitar

Wonorejo Manunggal Ing Karyo: Menjaga Warisan Leluhur Sembari Memutar Roda Ekonomi Desa

Prawoto Sadewo
×

Wonorejo Manunggal Ing Karyo: Menjaga Warisan Leluhur Sembari Memutar Roda Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260712 115331 Gallery

Blitar, memo.co.id

Ribuan masyarakat memadati ruas jalan Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Sabtu (11/7/2026) malam untuk menyaksikan kemeriahan Kirab Budaya Nusantara. Sejak sore hari, warga dari berbagai daerah telah berdatangan dan memenuhi sepanjang jalur kirab demi mendapatkan posisi terbaik menyaksikan parade budaya yang menjadi puncak peringatan Bersih Desa Wonorejo.

 

Atmosfer kemeriahan terasa begitu kuat. Bahu jalan, halaman rumah warga, hingga tepi kebun dipenuhi penonton yang antusias menikmati setiap penampilan peserta. Sorak-sorai, tepuk tangan, serta gemerlap lampu dari iring-iringan kirab menjadikan suasana desa berubah menjadi panggung budaya terbuka yang memikat perhatian ribuan pengunjung.

 

Mengusung tema “Kirab Budaya Nusantara Desa Wonorejo Manunggal Ing Karyo”, kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat sekaligus ajang memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia. Melalui kirab ini, masyarakat diajak kembali mengenal berbagai cerita rakyat yang telah menjadi bagian dari kekayaan warisan Nusantara.

 

Dengan rute kirab menempuh perjalanan sekitar 2,3 kilometer, dimulai dari perbatasan Kelurahan Bajang hingga berakhir di pertigaan Dusun Mungkung. Sementara panggung kehormatan ditempatkan di depan Lapangan Desa Wonorejo sebagai titik utama penyambutan sekaligus lokasi para tamu undangan menyaksikan seluruh rangkaian pertunjukan.

 

Kepala Desa Wonorejo, Fendriana Anitasari, mengatakan pemilihan tema Nusantara bukan tanpa alasan. Menurutnya, pemerintah desa ingin menghadirkan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukasi dengan mengangkat kisah-kisah legendaris dari berbagai penjuru Indonesia.

 

“Tahun ini kami sengaja mengangkat tema Kirab Budaya Nusantara. Setiap peserta, baik dari tingkat RT maupun kelompok pemuda, menghadirkan cerita yang hidup di tengah masyarakat Indonesia. Peserta berasal dari lembaga desa, lingkungan RT, hingga Karang Taruna,” ujarnya.

 

Sepanjang perjalanan kirab, puluhan kontingen bergantian menampilkan pertunjukan teatrikal yang dikemas secara kreatif. Berbagai legenda Nusantara dihidupkan melalui kostum yang detail, properti berukuran besar, tata cahaya, hingga iringan musik yang membuat setiap penampilan terasa dramatis dan memukau.

 

Keberagaman budaya Indonesia pun tergambar jelas dalam parade tersebut. Mulai dari kisah-kisah yang berasal dari Pulau Jawa hingga daerah lain di Nusantara ditampilkan dalam satu panggung jalanan, menciptakan harmoni yang memperlihatkan semangat persatuan dalam keberagaman.

 

Fendriana mengungkapkan, antusiasme peserta tahun ini melampaui ekspektasi pemerintah desa. Puluhan kelompok yang terlibat telah mempersiapkan penampilan mereka selama berbulan-bulan sehingga setiap kontingen mampu menyajikan pertunjukan dengan kualitas yang semakin baik.

 

“Penampilannya sangat unik karena mereka benar-benar mendalami cerita rakyat yang dibawakan lewat kostum. Sepanjang rute saya melihat ada kisah Candi Prambanan, Rama dan Sinta, Damar Wulan, hingga berbagai legenda Nusantara lainnya yang dikemas sangat menarik,” katanya.

 

Tak hanya menjadi panggung pelestarian budaya, Kirab Budaya Nusantara juga membawa manfaat nyata bagi perekonomian warga. Ribuan pengunjung yang memadati Desa Wonorejo membuat lapak-lapak kuliner, minuman, hingga berbagai produk UMKM diserbu pembeli sejak sore hingga acara selesai.

 

Menurut Fendriana, hampir seluruh pedagang merasakan peningkatan omzet selama berlangsungnya kirab. Bahkan banyak di antaranya yang mengaku dagangannya habis terjual sebelum acara berakhir.

 

“Semoga warga yang menjual makanan tradisional, kopi, es teh, dan semuanya laris karena penontonnya ribuan. Dan bisa mematik geliat ekonomi masyarakat Desa Wonorejo benar-benar terasa hidup,” ungkapnya.

 

Selain sektor UMKM, kegiatan tahunan tersebut juga membuka peluang ekonomi lain bagi masyarakat, selama ribuan pengunjung memadati kawasan desa.

Pemerintah Desa Wonorejo berharap Kirab Budaya Nusantara terus berkembang menjadi agenda budaya unggulan yang mampu memperkuat identitas desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui potensi lokal yang dimiliki.

 

“Harapan kami, kegiatan seperti ini menjadi momentum untuk menggali sekaligus mengangkat potensi lokal Desa Wonorejo. UMKM bisa berkembang, masyarakat mendapat peluang usaha, dan produk-produk desa semakin dikenal luas. Pada akhirnya, roda perekonomian masyarakat bisa terus bergerak,” pungkas Fendriana.**

 

 

 

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini