MEMO, Tulungagung –
Angin segar buat wajah baru Stadion Rejoagung Tulungagung mendadak macet total. Rencana dinas terkait yang kepengin menyulap kawasan markas olahraga ini supaya lebih rapi terpaksa masuk kotak penalti.
Pemerintah setempat awalnya sudah pasang ancang-ancang buat berbenah. Cetak biru awal sebenarnya ringkas, fokus utama cuma urusan pengaspalan halaman luar dan perbaikan saluran air biar bebas banjir. Usut punya usut, agenda bongkar-muat ini mendadak buyar gara-gara urusan manajemen waktu yang mepet banget.
Biang Kerok Penundaan Proyek
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung blak-blakan soal pembatalan sepihak ini. Waktu pelaksanaan yang super cekak dituding jadi batu sandungan utama di lapangan.
“Pengaspalan Stadion Rejoagung dipending tahun ini,” cetus Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Erwin Novianto.
Bukan cuma urusan kalender yang makin tipis, skema awal konstruksi ternyata juga harus dirombak total di tengah jalan. Blueprint atau Detail Engineering Design (DED) awal terpaksa dibongkar lagi karena ada titipan fasilitas baru yang dirasa mendesak.
“Awalnya penataan Stadion Rejoagung hanya berupa pengaspalan dan penambahan drainase. Ternyata juga ada penambahan sekretariat dan musala, sehingga ada penyesuaian DED,” jelas Erwin memaparkan runutan masalahnya.
Kejar Tayang Agenda MTQ Jawa Timur 2027
Padahal, hajat dandan ini tergolong krusial. Kondisi pelataran stadion kebanggaan warga Tulungagung ini memang sudah lama banget gak kesentuh perbaikan fasilitas.
Momentumnya padahal pas. Area ini disiapkan jadi salah satu arena tempur buat kafilah pembaca Al-Qur’an dalam ajang MTQ tingkat Jawa Timur dua tahun mendatang. Gara-gara penundaan ini, ritme kerja tim dinas dipastikan bakal super ngebut tahun depan demi mengejar tenggat waktu acara.
“Nanti halaman akan dicor dan diaspal. Pohon-pohon akan ditata ulang dan diremajakan. Sehingga ruang dapat digunakan secara efisien,” tutur Erwin membeberkan rencana jangka panjangnya.
Anggaran Rp10 Miliar Bakal Membengkak?
Urusan duit sebenarnya aman. Saku pemerintah daerah sudah mengunci anggaran murni sebesar Rp10 miliar khusus buat mendandani kawasan ini.
Gara-gara proyek geser tahun, hitung-hitungan modal dipastikan bakal berubah drastis imbas inflasi harga material bangunan yang terus merangkak naik. Pemerintah daerah harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam buat nomok kekurangannya nanti.
“Kemungkinan untuk anggaran akan ada penambahan. Karena harga satuan juga mengalami kenaikan. Mungkin tidak sampai Rp1 miliar,” pungkas Erwin.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












