NGANJUK, MEMO – Kegiatan pengurukan lahan milik PT Mitra Abadi Sempurna ( MAS) yang ada di Desa Dawuhan Kecamatan Jatikalen, Nganjuk mendapat penolakan dan pemblokiran dari warga setempat. Aksi penolakan warga digelar pada siang hari ini ( Jumat,13/03/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Alasan kuat warga menolak kegiatan yang dituding belum mengantongi ijin ( bodong) tersebut karena belum adanya koordinasi ( sosialisasi) dari pihak owner ( pemilik) dengan lingkungan setempat.
Baca Juga: Harisun : BULOG Siap Bayar GKP Petani Tepat Waktu, Asal Laporan Tidak Dadakan

Satu lagi alasan warga menolak pengurukan milik PT MAS karena persoalan debu. Sudah berbulan bulan warga dihantui rasa was was takut terkena ISPA karena setiap harinya harus menghirup debu lembut dari tanah urukan.
” Jika pihak perusahaan tetep nekat tidak ada etikat baik untuk rembukan dengan warga, hari ini juga harus ditutup ,” teriak Eko Sunarno salah satu tokoh masyarakat setempat.

Disampaikan juga oleh Eko Sunarno bahwa dengan hadirnya PT Mitra Abadi Sempurna pihak pemerintah desa ( pemdes) terkesan tidak pro warga. Terbukti sampai hari ini keluhan keluhan warga tidak diapresiasi. ” Ada apa ini,” Tukas Eko Sunarno dengan nada tinggi.
Hal senada juga ditegaskan Yulia Margareta atau akrab dipanggil Mbak Yulma selaku nahkoda komunitas Salam Lima Jari ( SLJ) dihadapan para awak media bersuara lantang.

” Kon wong jobo ojo sak karepmu dewe, Nganjuk due aturan cuk “. Suara keras Yulma tanpa tedeng aling aling.
Disebut juga oleh Yulma jika semua industri yang ada di Nganjuk ngambil tanah urukan di luar Nganjuk ini bentuk penghinaan. ” Stop jangan dilanjutkan, kalau ada intimidasi preman preman dari luar Nganjuk kami siap, ” tantang Yulma keras sambil menyebut nama kota preman berasal.
Sementara itu Kades Dawuhan , Khoyum, saat akan diklarifikasi terkait persoalan itu belum bisa ditemui. ( Adi )












