NGANJUK, MEMO – Protes jalan rusak di sejumlah desa di wilayah kecamatan di Kabupaten Nganjuk terus bermunculan.
Usai viral munculnya aksi penanaman puluhan pohon pisang di ruas jalan poros oleh warga di Dusun Miren Desa Sidoharjo Kecamatan Tanjunganom beberapa hari yang lalu, kini menyusul aksi protes dengan tema yang sama yaitu menyoal 10 tahun jalan rusak parah ditelantarkan oleh daerah.
Bedanya, untuk aksi protes yang di sampaikan warga Dusun Bandung Desa Betet Kecamatan Ngronggot tidak se ekstrem aksi warga di Desa Sidoharjo ,Tanjunganom.
Bentuk aksi warga Betet tergolong ilegan dan santun. Cukup memasang banner yang dipasang di pintu masuk jalan berisi kalimat sindiran. Diantaranya ” ATI ATI DALANE RUSAK , ORA DIDANDANI,ORA DIGABRES, TERUS MELU SOPO “.
Baca Juga: 6 Tahun Jalan Desa Jeblok, Warga Tempel Nekat Gelar Aksi Tanam Ratusan Pohon Pisang Di Jalan
” Perkiraan sudah sepuluh tahun lebih jalan ini rusak sampai sekarang belum pernah diperbaiki,” ujar Suyatno salah satu warga saat berhasil diwawancarai di lokasi jalan rusak hari ini ( Rabu,25/02/2026).
Padahal, dijelaskan pula oleh Suyatno sudah berulangkali warga melalui pemerintahan desa membuat laporan dan pengaduan ke dinas PUPR. Tapi sampai sekarang belum ada tanggapan.
Baca Juga: Kondisi Situs Peradaban Jawa Kuno Di Baron Kurang Terawat, Begini Tanggapan Pemerhati Budaya....












