Example floating
Example floating
Daerah

Kotadaro Mencekam, Petir Menggelegar 6 Rumah Roboh, Tandai Kelahiran Bayi Ajaib

A. Daroini
×

Kotadaro Mencekam, Petir Menggelegar 6 Rumah Roboh, Tandai Kelahiran Bayi Ajaib

Sebarkan artikel ini
puting beliung

puting beliung

Baca Juga: Respon Aduan Masyarakat, Saluran Irigasi di Kelurahan Ngampel Sepanjang 115 Meter Langsung Direhab Pemkot Kediri

Ogan Ilir, Memo.co.id

Ketika bencana alam turun dari langit, siapapun tak mampu membendung. Tuhan Yang Maha Kuasa pencipta alam semesta menunjukkan kekuasaannya. Saat desa Kotadaro, Rantau Panjang, Ogan Ilir disapu angin kencang, bayi ajaib lahir dari seorang ibu di tengah puting beliung. Rumah tempat melahirkan bayi itu roboh dan atapnya terbang. Lagi lagi Allah menunjukkan kekuasaanNya. Bayi yang baru lahir itu selamat demikian juga ibunya.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Mardila, ibu dari bayi yang tinggal di Desa Kotadaro Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir tersebut, tengah melahirkan seorang bayi. Dia dibantu seorang bidan desa. Saat melahirkan, dia tidak mengira desa tempat tinggalnya dilanda musibah angin kencang berupa puting beliung. Enam rumah di desa tersebut roboh, beberapa rumah dan bangunan lainnya mengalami rusak parah.

Rumah Mardila, juga sama dengan beberapa rumah lainnya. Suara petir menggelegar , angin kencang memporak porandakan puluhan pohon dan bangunan di desa tersebut hingga suasananya mencekam. Saat itulah mukjizat turun dari langit. Mardila melahirkan dalam kondisi sehat walafiat. Saat bayi lahir, atap rumah jebol. Suara keras sesekali dibarengi petir membuat warga ketakutan. Sedang dia harus berjuang mengeluarkan bayi dari perutnya.

Baca Juga: Banjir Berkah Program Spesial Ramadan 1447 H Bank Jatim Iftar Eksklusif KMG Berhadiah Umroh Hingga KPR Bunga 364 Persen Untuk Nasabah

“ Begitu anak kami lahir, angin puting melanda desa kami. Untung saja, bidan desa yang menolong persalinan langsung bergegas ke luar rumah. Sedangkan suami saya langsung menerobos atap bangunan rumah yang terbuat dari daun nipa, akhirnya kami bisa selamat,” kata Mardila.

Saat dirinya melahirkan, angin masih bertiup kencang dan disertai hujan. Suasana saat itu masih mencekam. Beberapa tetangga terdekat langsung berdatangan guna memberikan bantuan. Hingga akhirnya bayi yang baru dilahirkan dievakuasi di rumah warga yang letaknya tidak jauh dari kediamannya.

Angin puting beliung, sebelumnya, pada 14 Maret 2017, kemarin juga telah meluluhlantakkan beberapa desa sekitar, termasuk Desa Kotadaro, tempat tinggal ibu dari bayi tersebut melahirkan. Enam rumah warga roboh dan rusak berat. Beberapa warga terpaksa mengungsi di pengungsian sementara dengan kondisi yang memprihatinkan.

Lahirnya bayi di tengah bencana alam berupa puting beliung di desa tersebut merupakan kejadian ajaib yang tidak bisa diperkirakan oleh semua manusia. Bayi lahir di tengah bencana alam puting beliung, seperti menghantarkan bayi keluar dari rahim seorang ibu, Mardila. Bayi tersebut oleh kedua orangtuanya diberi nama, Ilham.(Syakbanudin-dik )