Example floating
Example floating
Daerah

Kotadaro Mencekam, Petir Menggelegar 6 Rumah Roboh, Tandai Kelahiran Bayi Ajaib

A. Daroini
×

Kotadaro Mencekam, Petir Menggelegar 6 Rumah Roboh, Tandai Kelahiran Bayi Ajaib

Sebarkan artikel ini
puting beliung

Rumah Mardila, juga sama dengan beberapa rumah lainnya. Suara petir menggelegar , angin kencang memporak porandakan puluhan pohon dan bangunan di desa tersebut hingga suasananya mencekam. Saat itulah mukjizat turun dari langit. Mardila melahirkan dalam kondisi sehat walafiat. Saat bayi lahir, atap rumah jebol. Suara keras sesekali dibarengi petir membuat warga ketakutan. Sedang dia harus berjuang mengeluarkan bayi dari perutnya.

“ Begitu anak kami lahir, angin puting melanda desa kami. Untung saja, bidan desa yang menolong persalinan langsung bergegas ke luar rumah. Sedangkan suami saya langsung menerobos atap bangunan rumah yang terbuat dari daun nipa, akhirnya kami bisa selamat,” kata Mardila.

Baca Juga: Askot PSSI Kota Kediri Halal Bil Halal!! Tomy Ari Wibowo Minta Sinergi Bareng Bangkitkan Sepakbola di Kota Tahu

Saat dirinya melahirkan, angin masih bertiup kencang dan disertai hujan. Suasana saat itu masih mencekam. Beberapa tetangga terdekat langsung berdatangan guna memberikan bantuan. Hingga akhirnya bayi yang baru dilahirkan dievakuasi di rumah warga yang letaknya tidak jauh dari kediamannya.

Angin puting beliung, sebelumnya, pada 14 Maret 2017, kemarin juga telah meluluhlantakkan beberapa desa sekitar, termasuk Desa Kotadaro, tempat tinggal ibu dari bayi tersebut melahirkan. Enam rumah warga roboh dan rusak berat. Beberapa warga terpaksa mengungsi di pengungsian sementara dengan kondisi yang memprihatinkan.

Baca Juga: Gedung Baru Univ Islam Syekh Wasil Al Wasil Kota Kediri Diduga Salahi Bestek, Pejabat Belum Bisa Dikonfirmasi

Lahirnya bayi di tengah bencana alam berupa puting beliung di desa tersebut merupakan kejadian ajaib yang tidak bisa diperkirakan oleh semua manusia. Bayi lahir di tengah bencana alam puting beliung, seperti menghantarkan bayi keluar dari rahim seorang ibu, Mardila. Bayi tersebut oleh kedua orangtuanya diberi nama, Ilham.(Syakbanudin-dik )