Example floating
Example floating
NGANJUK

RTLH Anak Sebatangkara Banjaranyar Batal Direnovasi, Ada Apa ???

Mulyadi Memo
×

RTLH Anak Sebatangkara Banjaranyar Batal Direnovasi, Ada Apa ???

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Kabar terkini di wilayah Kecamatan Tanjunganom tepatnya di Dusun Sumberwungu RT 02 RW 01 Desa Banjaranyar ditemukan ada satu unit rumah tidak layak huni ( RTLH) batal direnovasi.

Dari keterangan sejumlah nara sumber, batalnya rencana bedah rumah tua yang dihuni oleh anak sebatangkara bernama Fitria ( Pipit) ,34, tersebut karena status pemiliknya masih bujang atau belum menikah.

Baca Juga: Harisun : BULOG Siap Bayar GKP Petani Tepat Waktu, Asal Laporan Tidak Dadakan

Satu lagi penyebab tertundanya renovasi rumah warisan tersebut karena terbentur biaya upah tukang dan kuli seluruhnya harus ditanggung oleh penerima manfaat ( pipit,red).

Baca Juga: Diduga Terpeleset Ke Sungai, Dua Jam Terseret Arus, Lansia Asal Lingkungan Pengkol Warujayeng Ditemukan Tidak Bernyawa

” Kemungkinan besar karena Fitria hidup sendiri dan belum memiliki sumber penghasilan tetap akhirnya rencana bedah rumah dibatalkan. Faktor utamanya tidak punya biaya, ” terang nara sumber memo.co.id.

Baca Juga: Memasuki Tahun Ke 7 Baksos Di Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Kades Sukorejo Serahkan Bantuan Sepeda Untuk 8 Anak Yatim Piatu

Sebetulnya, masih kata nara sumber material bantuan berupa genting dan kayu bekas sudah didatangkan beberapa bulan yang lalu. Dan sudah menumpuk di samping rumah Fitriya.

” Infonya bantuan material tersebut datang dari kelompok relawan peduli sosial. Yang jelas bukan dari desa ,” ujar nara sumber juga.

Karena batal dibedah, disampaikan juga oleh nara sumber akhirnya rumah yang kondisinya sudah memprehatinkan itu sekarang malah ditinggalkan dan dikosongkan beberapa bulan.

” Sudah beberapa bulan terakhir ini rumah tersebut terkunci rapat ditinggal pemiliknya merantau ke Kalimantan,” sambungnya.

Terpisah dikatakan Kepala Desa Banjaranyar , Samsul Anam mengakui adanya rencana bedah rumah tersebut tapi akhirnya tidak jadi dilaksanakan.

Yang pasti dari pihak desa pernah mencarikan terobosan bantuan dana bedah rumah ke LAZIZNU maupun ke BAZNAS. Tapi ditunggu sampai sekarang belum juga turun.

” Untuk anggaran bantuan bedah rumah yang bersumber dari dana desa pagunya hanya 10 juta. Itupun untuk dua unit rumah. Jadi satu rumah hanya dianggarkan Rp 5 juta,memang kemampuan dana desa segitu,” bebernya.

Disinggung batalnya renovasi salah satunya karena status pemiliknya masih bujangan dibantah oleh Samsul bahwa itu tidak benar.

” Itu tidak masuk syarat bedah rumah. Info itu tidak benar tolong diluruskan,” pungkasnya.

Dari hasil pantauan wartawan memo.co.id di lokasi pada hari ini ( Kamis,6/11/2025) diinformasikan kondisi fisik bangunan rumah milik Pipit sudah mengalami rusak berat. Di setiap sudut bangunan sangat mengawatirkan .

Atap dan plafon yang berbahan dari bambu nyaris habis dimakan rayap. Kondisinya sudah jebol dan sewaktu waktu berpotensi ambrol.

Sementara itu saat wartawan memo.co.id ingin klarifikasi keberadaan Pipit sekarang dan bagaimana kelanjutan rencana bedah rumah tersebut belum bisa terhubung ke nomer WhatsApp milik Pipit. ( Adi)