Ssampang, Memo
Warga Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, menghadapi tantangan berat di musim kemarau. Harga air tangki yang melambung tinggi, mencapai Rp250 ribu hingga Rp300 ribu untuk kapasitas 6.000 liter, memaksa mereka mencari solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Sebagai upaya bertahan hidup, banyak warga berinisiatif menggali sumur di pinggir sungai. Ruddin, salah satu warga, mengatakan bahwa sumur-sumur sederhana ini menjadi penyelamat.
“Banyak warga yang tidak sanggup untuk membeli air bersih, sehingga mereka membuat sumur di tepi sungai dengan harapan mendapatkan air bersih,” ujarnya pada Kamis (28/8/2025).












