Memo, Kediri.
Selama Operasi Patuh Semeru 2025, angka kecelakaan lalu-lintas di Kota Kediri, mengalami penurunan 31% dari biasanya, pada Senin (28/7/2025), Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Afandy Dwi Takdir, menegaskan bahwaberkurangnya angka laka ini terjadi saat digelarnya Operasi Patuh Semeru 2025 sejak tanggal 14 hingga 27 Juli 2025.
“Kami mendapatkan kabar baik, bahwa meski dari sisi jumlah pelanggaran lalu lintas angkanya naik, tapi angka kecelakaan lalu-lintas di Kota Kediri justru menurun drastis. Angka laka, terjadi 11 kejadian selama operasi berlangsung dan jumlah korban luka ringan sebanyak 20 orang,” katanya.
Kini menurut AKP Afandy, pada Operasi Patuh Semeru tahun 2025 tercatat 10.616 pelanggaran atau naik 132% dari pada tahun sebelumnya. Rinciannya, tilang manual mencapai 2.804 kasus, tilang elektronik 6 kasus.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Lebih dalam mengulik kini jumlah pelanggaran pada Operasi Patuh Semeru 2025 didominasi oleh pengendara yang tidak menggunakan helm dengan total pelanggaran sebanyak 1.228 kasus, disusul pengendara di bawah umur sebanyak 1.001 kasus.
Pada kesempatan tersebut, Andi (17), siswa SMA yang terkena sidak melanggar aturan lalu-lintas pada Operasi Patuh Semeru 2025 di Kota Kediri, mengemukakan bahwa tidak akan mengulangi perbuatannya setelah motornya ditilang. Hal tersebut karena tidak membawa SIM dan tidak memakai helm.












