Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Birokrasi

Presiden Prabowo Pantau Ketat Kabinet! Reshuffle di Depan Mata? Ini Faktanya

Avatar
×

Presiden Prabowo Pantau Ketat Kabinet! Reshuffle di Depan Mata? Ini Faktanya

Sebarkan artikel ini

MEMO – Presiden Prabowo Subianto dikenal memiliki metode tersendiri dalam mengawasi kinerja para menterinya, memastikan bahwa mereka bekerja sesuai target dan tetap berada di jalur yang benar. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, dalam wawancara dengan Pro3 RRI pada Senin (10/2/2025).

Menurut Hasan, Presiden Prabowo menerapkan tiga pendekatan utama dalam membimbing kabinetnya, yaitu:

Baca Juga: Prabowo Hentikan Operasi Tambang di Raja Ampat, Selamatkan Destinasi Wisata Termashur

Apresiasi → Menghargai kerja keras para menteri yang telah menunjukkan kinerja baik.
Arahan → Memberikan petunjuk strategis agar kebijakan yang dijalankan tetap sesuai visi pemerintahan.
Peringatan → Mengingatkan kabinet jika ada hal yang perlu diperbaiki, tanpa menunjuk individu tertentu.

Dalam Rapat Kabinet Paripurna 2025, Presiden Prabowo mengungkapkan kepuasannya terhadap kerja para menteri, menilai mereka semakin solid dan kompak dalam menjalankan tugas negara.

Baca Juga: Klaim Prabowo tentang 'Adu Domba' Lewat LSM Berdana Asing dan Potensi Ancaman Demokrasi

Hasil survei dari berbagai lembaga pun menunjukkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan berada di angka 79% hingga 90%, sebuah pencapaian yang cukup tinggi dan mencerminkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja kabinet.

Menjawab spekulasi mengenai kemungkinan reshuffle kabinet, Hasan menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden.

Baca Juga: "Bersih-Bersih" Istana: Prabowo Tegas, Pejabat Tak Becus Mundur!

“Itu hak prerogatif Presiden, kita hanya bisa menebak-nebak saja,” katanya.

Namun, satu hal yang pasti, Presiden Prabowo terus memantau langsung kinerja para menterinya. Ia bahkan sering melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan bahwa kebijakan berjalan sesuai rencana tanpa hambatan.

Selain itu, Presiden juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran, dengan mengurangi pengeluaran untuk acara seremonial yang dianggap tidak perlu.

“Setiap rupiah harus digunakan untuk meningkatkan produktivitas pemerintahan, bukan sekadar seremoni tanpa dampak nyata,” ujar Hasan.