MEMO, Kediri –
Hari pertama masuk sekolah di Kabupaten Kediri diwarnai aksi sidak langsung oleh orang nomor satu di kawasan tersebut. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mendadak muncul di tengah hiruk-pikuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk memantau langsung kondisi di lapangan.SMP Negeri 2 Ngasem menjadi target utama peninjauan.
Pria yang akrab disapa Mas Dhito ini tidak sekadar datang untuk seremonial belaka. Dirinya langsung memelototi area parkir dan mengendus adanya pelanggaran disiplin fatal yang dilakukan oleh sejumlah siswa baru yang notabene masih di bawah umur.
Ultimatum Keras Kendaraan Bermotor dan Rambu Keselamatan
Usut punya usut, temuan adanya pelajar tingkat pertama yang nekat menunggangi sepeda motor sendiri ke sekolah membuat sang bupati meradang. Ketegasan aturan lalu lintas kembali disuarakan demi nyawa para generasi muda.
Rambu larangan langsung dipasang mati.
Mas Dhito menginstruksikan pihak sekolah dan orang tua agar lebih melek terhadap keselamatan anak di jalan raya. Pelajar SMP dipastikan belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM), sehingga tindakan membiarkan mereka membawa motor ke sekolah dinilai sebagai pembiaran kelalaian yang bisa berujung petaka. Langkah tegas berupa sanksi penertiban siap digulirkan jika imbauan ini masih dianggap angin lalu oleh wali murid.
Edukasi Perundungan Verbal dan Budaya Saling Respek
Bukan cuma urusan motor yang jadi sorotan tajam sang kepala daerah. Mas Dhito juga memanfaatkan momen dialog interaktif bersama siswa untuk menguliti habis masalah perundungan alias bullying yang kerap menghantui lingkungan pendidikan.
Pemahaman keliru soal kekerasan diluruskan total.
Bupati muda ini menjabarkan secara rinci bahwa tindakan merusak mental tidak melulu soal kontak fisik atau adu jotos. Kekerasan verbal seperti ejekan, cacian, hingga gurauan kelewat batas yang menyakiti hati teman juga masuk dalam radar kategori perundungan yang wajib dibumihanguskan.
Melalui momentum tahun ajaran baru ini, Pemkab Kediri menargetkan terciptanya atmosfer belajar yang bersih dari segala jenis intimidasi, agar anak didik bisa mengejar prestasi dengan batin yang tenang. (Adv/Kominfo)
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












