MEMO – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengambil langkah luar biasa dengan menetap di kawasan Gunung Anyar untuk langsung memimpin penanganan banjir. Dengan menggandeng puluhan unit mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), ia mengawasi proses penyedotan genangan air yang melanda wilayah tersebut.
Melalui akun Instagram pribadinya, @ericahyadi_, ia menuliskan, “PANTANG PULANG SEBELUM SURUT”, sembari membagikan momen dirinya berkeliling Surabaya menggunakan sepeda motor untuk memantau lokasi terdampak banjir. Eri bahkan turun tangan mengarahkan mobil-mobil pompa untuk menyedot air di kawasan Tenggilis Mejoyo.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Banjir yang terjadi di Surabaya dipicu oleh hujan deras yang berlangsung lama, menyebabkan sungai-sungai meluap dan air tidak dapat mengalir ke laut. Kondisi ini memperparah genangan yang merendam sejumlah wilayah, termasuk Gunung Anyar dan Rungkut Menanggal.
“Lebih dari 30 tahun, baru kali ini terjadi banjir seperti ini di wilayah Gunung Anyar,” ujar Camat Gunung Anyar, Ario Bagus Permadi. Ia menambahkan bahwa banjir juga dipengaruhi oleh letak geografis kawasan selatan Gunung Anyar, yang menjadi muara sungai perbatasan antara Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.
Ario mengungkap bahwa Pemkot Surabaya telah bekerja keras selama dua hari dua malam untuk menangani genangan air. Usaha tersebut menunjukkan hasil, karena pada Kamis pagi (26/12), ketinggian air sudah mulai surut.
“Pak Wali Kota bahkan bermalam di lokasi banjir untuk memastikan warga Gunung Anyar dapat tidur dengan nyaman,” imbuh Ario.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Namun, Ario menjelaskan bahwa masalah banjir di wilayah ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Sungai perbatasan yang menjadi salah satu penyebab banjir berada di bawah kewenangan Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Jawa Timur, sehingga Pemkot Surabaya tidak dapat melakukan normalisasi secara mandiri.
“Kami berharap Dinas PU Jawa Timur bersama warga dapat membersihkan eceng gondok dan melakukan normalisasi saluran. Dengan begitu, daya tampung sungai akan meningkat dan risiko banjir dapat diminimalkan,” tutupnya.












