Example floating
Example floating
Home

Polwan Bakar Suami di Garasi: Fakta Mengejutkan Terungkap!

Alfi Fida
×

Polwan Bakar Suami di Garasi: Fakta Mengejutkan Terungkap!

Sebarkan artikel ini

MEMO.CO.ID, JAKARTA –  Seorang polisi wanita berinisial Briptu FN diduga membakar suaminya, Briptu RDW, di garasi rumah mereka di Asrama Polisi Mojokerto, Jawa Timur. Insiden ini dipicu oleh masalah keuangan dan kebiasaan judi online korban, yang menyebabkan luka bakar parah hingga kematian RDW. FN kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan mengalami trauma berat.

Insiden Tragis di Mojokerto: Uang dan Judi Penyebabnya

Seorang polisi wanita (polwan) berinisial Briptu FN (28) diduga telah melakukan tindakan pembakaran terhadap suaminya, yang juga merupakan anggota polisi berinisial Briptu RDW (27), di garasi rumah mereka di Asrama Polisi (Aspol) Mojokerto, Jawa Timur, pada Sabtu (8/6). Akibat insiden tersebut, RDW mengalami luka bakar hingga 90 persen di sekujur tubuhnya dan sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya meninggal dunia pada Minggu (9/6).

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Dipicu oleh uang Rp800 ribu 

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel S Marunduri, menjelaskan bahwa insiden ini bermula dari perselisihan rumah tangga antara FN dan RDW mengenai gaji. FN menemukan bahwa saldo ATM suaminya hanya tersisa Rp800.000 dari gaji ke-13 yang seharusnya sebesar Rp2.800.000. Hal ini memicu cekcok di antara keduanya di garasi rumah mereka di asrama polisi, Jalan Pahlawan, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

 Tangan Korban Diborgol 

Dalam pertengkaran tersebut, FN sempat memborgol tangan suaminya dan mengaitkannya ke tangga lipat di garasi. Setelah itu, FN menyiramkan bensin yang telah disiapkannya ke tubuh RDW. “Setelah itu terduga pelaku menyalakan korek dan membakar tisu yang dipegang menggunakan tangan kanan sambil berkata ‘ini lo yang lihaten iki (lihatlah ini)’, namun korban diam saja,” ucap Daniel. Api yang ada di tangan FN kemudian menyambar tubuh RDW yang sudah berlumur bensin, membuatnya terbakar di sekujur tubuh dan berteriak meminta pertolongan.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

 Ditetapkan sebagai tersangka 

Setelah serangkaian pemeriksaan, polisi menetapkan FN sebagai tersangka dan menahannya. “Yang bersangkutan sudah ditetapkan tersangka oleh Subdit IV Ditreskrimum Renakta,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto, Minggu (9/6). FN dijerat dengan pasal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sementara penyidik masih mendalami kemungkinan penerapan pasal lain.

 Terkait judi online 

Berdasarkan penyidikan, motif FN melakukan aksi nekat ini adalah karena kesal dengan suaminya yang sering menghabiskan uang untuk berjudi online. “Motif kejadian ini karena almarhum Briptu RDW sering menghabiskan uang belanja yang seharusnya untuk kebutuhan hidup ketiga anaknya digunakan untuk judi online,” tutur Dirmanto.

Mengalami trauma 

FN saat ini mengalami trauma berat akibat aksinya membakar sang suami. “Saat ini yang bersangkutan masih trauma yang mendalam. Sekarang sedang ditangani dan sedang difasilitasi untuk trauma healing Polda Jawa Timur,” ujar Dirmanto.

Kejadian ini menjadi perhatian publik dan menyoroti isu kekerasan dalam rumah tangga serta dampak negatif dari perjudian online.

Kronologi Pembakaran oleh Polwan dan Dampak Psikologisnya

Kasus pembakaran suami oleh polwan Briptu FN di Mojokerto menyoroti persoalan serius dalam rumah tangga yang dipicu oleh masalah keuangan dan kebiasaan buruk seperti judi online. FN menemukan bahwa suaminya, Briptu RDW, sering menggunakan uang yang seharusnya untuk kebutuhan rumah tangga demi berjudi, memicu pertengkaran hebat yang berujung pada tindakan pembakaran.

Dalam peristiwa tragis tersebut, FN memborgol tangan suaminya, menyiramkan bensin, dan menyalakan api yang menyebabkan RDW mengalami luka bakar hingga 90 persen dan akhirnya meninggal dunia. Setelah serangkaian pemeriksaan, FN ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan kekerasan dalam rumah tangga dan kini tengah menjalani proses hukum.

Kasus ini juga membawa dampak psikologis yang mendalam bagi FN, yang kini menerima pendampingan psikologis dari pihak kepolisian. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya komunikasi dan penanganan masalah dalam rumah tangga secara bijak serta bahaya dari kebiasaan berjudi.