Example floating
Example floating
Home

Strategi Keuangan Prabowo-Gibran, Klaim Sumber Pendapatan Rp400 Miliar dalam 30 Menit

Alfi Fida
×

Strategi Keuangan Prabowo-Gibran, Klaim Sumber Pendapatan Rp400 Miliar dalam 30 Menit

Sebarkan artikel ini
Strategi Keuangan Prabowo-Gibran, Klaim Sumber Pendapatan Rp400 Miliar dalam 30 Menit
Strategi Keuangan Prabowo-Gibran, Klaim Sumber Pendapatan Rp400 Miliar dalam 30 Menit

MEMO

TKN Prabowo-Gibran Klaim Temukan ‘Pohon Duit’ Rp400 Miliar dalam 30 Menit: Strategi Keuangan Masa Depan?

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

Rahasia ‘Pohon Duit’ Prabowo-Gibran: Dana Fantastis Rp400 Miliar!

Tim Kampanye Nasional (TKN) dari Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan bahwa mereka memiliki sumber pendanaan yang bisa menghasilkan Rp400 miliar dalam waktu 30 menit.

Anggota Dewan Pakar TKN, Drajad H. Wibowo, menyatakan bahwa ini merupakan penemuan baru yang dilakukan oleh kubu Prabowo-Gibran. Bahkan, ia menyebut telah menguji sumber pendapatan baru tersebut.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Menurut Drajad, “Saya benar-benar mengalami ini ketika saya berada di kantor tersebut. Kami secara langsung menguji dan dalam waktu 30 menit, dana sebesar Rp400 miliar terkumpul dari uji coba yang kami lakukan.” Ucapannya ini disampaikan dalam Dialog Arah Kebijakan Investasi dan Pasar Modal Apindo di Jakarta pada Senin (8/1).

Dalam totalnya, ia menyebutkan bahwa kubu Prabowo telah memiliki empat sumber pendanaan untuk mendukung setiap program yang dijanjikan jika mereka terpilih dalam Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga: Investasi Akhirat, CV Dwi Putra Group Kembali Bagikan Ratusan Nasi Kotak Jumat Berkah

Pertama, sumber pendanaan berasal dari revisi suatu peraturan yang diklaim dapat menambah penerimaan negara hingga ratusan triliun. Drajad menyatakan bahwa revisi kebijakan tersebut akan segera dilaksanakan apabila Prabowo-Gibran kelak memenangkan pemilihan.

Kedua, dana yang berasal dari kasus yang telah memiliki kekuatan hukum tetap alias inkracht. Ia menyebut bahwa terdapat potensi penerimaan negara sekitar Rp90 triliun lebih yang saat ini belum masuk ke kas negara.