Ketiga, Prabowo-Gibran berencana untuk merombak aturan perpajakan, termasuk dalam hal pajak pertambahan nilai (PPN). Sedangkan yang keempat, mereka fokus pada digitalisasi di berbagai sektor ekstraktif.
Dengan adanya empat sumber pendanaan ini, Drajad meyakini bahwa janji kampanye Prabowo-Gibran dapat diwujudkan. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah program pemberian makan siang gratis.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Sebanyak 82,9 juta orang dijanjikan akan mendapatkan makan siang dan susu gratis jika pasangan calon nomor urut 2 tersebut terpilih. Anggaran untuk program ini sangat besar, mencapai Rp400 triliun per tahun.
Meskipun jumlahnya besar, Drajad meyakini bahwa uang yang digunakan untuk mendanai kegiatan ini akan mengalir kembali ke dalam perekonomian rakyat Indonesia.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
“Dari peternak ayam dan sapi, katering, hingga jasa pengantaran, semuanya akan ikut merasakan dampaknya,” tegasnya.
Mendekati Pilpres 2024: Klaim ‘Pohon Duit‘ Prabowo-Gibran, Fokus pada Strategi Keuangan dan Dampak Sosial-Ekonomi
Kritik atas potensi dampak ekonomi dari implementasi program-program ini tetap mengemuka. Meskipun diungkapkan bahwa sektor-sektor tertentu akan merasakan manfaatnya, masih ada keraguan mengenai keseimbangan antara pengeluaran besar untuk program sosial dengan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Diskusi terus berlanjut, mempertanyakan apakah klaim ‘pohon duit’ ini benar-benar menjadi jawaban terhadap kebutuhan pembiayaan program-program Prabowo-Gibran.












