Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Hukum

Layanan Karaoke Plus Plus Berkedok Salon Kecantikan

A. Daroini
×

Layanan Karaoke Plus Plus Berkedok Salon Kecantikan

Sebarkan artikel ini

psk-berkedok-salon-kecantikan
Bekasi, ( Memo.co.id )

Sembilan Wanita malam, tidak bisa berkutik saat digiring Satpol PP KOta Bekasi. Mereka adalah pekerja seks komersial yang bersembunyi dibalik praktek layanan salon kecantikan, di Jl Ir Juanda, Margahayu, Bekasi Timur. Salon kecantikan tersebut tutup hingga malam karena membuka layanan karaoke. Salon kecantikan itu sudha laa dicurigai sebagai sarang para pekerja seks komersial.

Baca Juga: Vonis 10 Tahun Penjara Direktur PT GTI Kasus Investasi Bodong Resmi Diketuk Hakim Surabaya

Tety Handayani, dari pada Dinas Sosial Kota Bekasi Teti Handayani menjelaskan, sembilan wanita pekerja di malam hari itu diamankan di sebuah tempat karaoke plus-plus yang berkedok sebagai salon kecantikan. Sementara itu, operaai atau razia diakukan oleh tim gabungan yang dipimpin Satpol PP Kota Bekasi dan beranggotakan beberaoa instansi terkait.

Keberadaan salon di Jl Ir Juanda sebelumnya dicurigai aparat penegak hukum setelah salon kecantikan itu membuka layanan hingga malam hari. Modusnya adalah hiburan karaoke. Namun, setiap malam pengunjungnya semua laki laki dan selalu ramai hingga dini hari. Karen aitulah, petugas di Satpol PP mengagendakan razia dari tim gabungan setelah sebelumnya melakukan pelacakan di salon kecantikan tersebut.

Baca Juga: Ancaman di Balik Kampus: Saat Yayasan Pendidikan Dipaksa "Setor" Demi Kelangsungan Aset

Ketika dilakukan penggrebekan, mayoritas para pekerja wanita malam yang terjaring razia adalah dari luar Bekasi. Rata rata mereka pendatang dan tidak memiliki pekerjaan tetap di Bekasi. Selain itu, juga tidak memiliki kerabat dan rumah di kota tersebut. Rata rata mereka indokos di kawasan kos-kosan di Bekasi.

Kepada petugas, para wanita tersebut mengaku bekerja sebagai perkerja seks komersial sejak beberapa bulan lalu.Mereka juga mengaku sebagai pendatang dan nekat mengadu nasib ke Jakarta dan Bekasi tanpa dibekali keahlian. Untuk itu, kata Teti, pihaknya akan memberi pelatihan dan pembinaan agar mereka terhindar dari penyakit masyarakat tersebut.( nu)

Baca Juga: Kasus Korupsi Mantan Wali Kota Madiun Maidi JPU KPK Bongkar Setoran Proyek Sembilan Miliar