Example floating
Example floating
Home

Ini Rahasia Besar Tambang Nikel Blok Mandiodo yang Terkuak!

Alfi Fida
×

Ini Rahasia Besar Tambang Nikel Blok Mandiodo yang Terkuak!

Sebarkan artikel ini
Ini Rahasia Besar Tambang Nikel Blok Mandiodo yang Terkuak!
Ini Rahasia Besar Tambang Nikel Blok Mandiodo yang Terkuak!

MEMO

Tambang nikel di Blok Mandiodo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, tengah menjadi sorotan akibat dugaan praktik korupsi. Dua pejabat tinggi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah dijadikan tersangka dalam kasus ini.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Namun, di balik kontroversi tersebut, Blok Mandiodo memiliki potensi luar biasa dalam hal sumber daya dan cadangan nikel. Simaklah rincian mengenai gambaran tambang nikel Mandiodo serta jumlah sumber daya dan cadangan yang terkandung di dalamnya.

Perjalanan Kepemilikan dan Kontroversi Izin Pertambangan Blok Mandiodo

Lokasi pertambangan nikel milik perusahaan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di Blok Mandiodo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, kini menjadi sorotan akibat dugaan kasus praktik korupsi. Berita terbaru mengungkapkan bahwa dua pejabat tinggi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Kedua pejabat yang disebutkan adalah mantan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara di Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin, serta individu dengan inisial HJ yang menjabat sebagai Sub Koordinator Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di Kementerian ESDM.

Untuk memahami gambaran tambang nikel Mandiodo secara lebih mendalam, Irwandy Arif, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara, memberikan penjelasan. Dia mengatakan bahwa Blok Mandiodo memiliki potensi sumber daya dan cadangan nikel yang sangat besar. Bahkan, Blok Mandiodo menjadi rujukan bagi perusahaan-perusahaan pertambangan nikel.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Irwandy menjelaskan, “Potensi sumber daya dan cadangan di Blok Mandiodo sungguh baik. Banyak perusahaan yang tertarik untuk melakukan eksploitasi di sana.” Ucapannya tersebut diutarakan saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM pada Jumat, tanggal 11 Agustus 2023.

Blok Mandiodo memiliki sejarah panjang terkait izin pertambangan. Pada tahun 2010, Blok Mandiodo diberikan izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP OP) oleh Bupati Konawe Utara berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 158 tahun 2010.

Izin ini diberikan kepada PT. Aneka Tambang Tbk (KW 10 APR OP 005) dan berlaku selama 20 tahun sejak tanggal 29 April 2010 hingga April 2030.

Perjalanan kepemilikan Blok Mandiodo tidak berjalan mulus. Pada tahun 2004, proses eksplorasi pertambangan dimulai, dan akhirnya pada tahun 2010, izin operasi produksi (IUP) untuk Blok Mandiodo diberikan. Namun, pada tahun 2012, IUP Antam untuk Blok Mandiodo dibatalkan oleh SK Bupati Konawe Utara No.86 tahun 2012.

Namun, melalui putusan Mahkamah Agung No. 225 tahun 2014, pembatalan tersebut dicabut dan IUP Antam disahkan kembali.

Rincian Laporan Tahunan: Sumber Daya dan Cadangan Blok Mandiodo

Berdasarkan Laporan Tahunan ANTAM tahun 2022, terdapat informasi mengenai sumber daya dan cadangan nikel di Blok Mandiodo:

Sumber Daya

Sumber daya total nikel di Blok Mandiodo mencapai 14,38 juta ton. Jumlah ini terbagi menjadi 8,34 juta ton untuk bijih nikel kadar rendah di bawah 1,5% (limonite) dan 6,04 juta ton untuk bijih nikel kadar tinggi di atas 1,5% (saprolite).

Jumlah sumber daya terindikasi untuk jenis limonite mencapai 6,17 juta ton, sementara jumlah sumber daya tereka limonite mencapai 2,17 juta ton.

Untuk bijih nikel jenis saprolite, jumlah sumber daya terindikasi adalah sekitar 1,61 juta ton. Sementara itu, jumlah sumber daya tereka saprolite mencapai 4,43 juta ton.

Kandungan nikel rata-rata dalam Blok Mandiodo berkisar antara 1,42% hingga 1,43% untuk bijih limonite, sementara untuk jenis saprolite berkisar antara 1,74% hingga 1,77%.

Cadangan

Total cadangan bijih nikel Antam di Blok Mandiodo adalah sekitar 2,58 juta ton, dengan pembagian sekitar 1,42 juta ton untuk bijih limonite dan 1,16 juta ton untuk bijih saprolite.

Kadar rata-rata cadangan nikel untuk bijih limonite di Blok Mandiodo adalah sekitar 1,59%. Sedangkan untuk bijih saprolite, kadar rata-ratanya mencapai 1,72%.

Lokasi Blok Mandiodo berada di wilayah Konawe Utara. Sumber daya nikel Antam secara keseluruhan di wilayah Konawe Utara mencapai sekitar 97,52 juta ton untuk bijih limonite, dengan kadar nikel sekitar 1,43%. Untuk bijih saprolite, sumber dayanya mencapai sekitar 134,94 juta ton dengan kadar nikel sekitar 1,80%.

Dalam hal cadangan nikel, khususnya di wilayah Konawe, terdapat cadangan sekitar 12,72 juta ton bijih nikel jenis limonite dengan kadar sekitar 1,62%, dan sekitar 35,03 juta ton bijih saprolite dengan kadar sekitar 1,78%.

Dengan total cadangan nikel di Konawe Utara sekitar 47,75 juta ton, cadangan nikel di Blok Mandiodo, meskipun “hanya” sekitar 2,58 juta ton, sebenarnya menyumbang sekitar 5,4% dari total cadangan nikel Antam di wilayah Konawe Utara.

Potensi Tambang Nikel Blok Mandiodo: Tersangka Korupsi, Sumber Daya, dan Cadangan

Laporan Tahunan ANTAM tahun 2022 mengungkapkan rincian sumber daya dan cadangan Blok Mandiodo. Dengan total sumber daya nikel mencapai 14,38 juta ton, terbagi antara jenis bijih limonite dan saprolite, Blok Mandiodo menjadi salah satu potensi tambang nikel terbesar.

Sementara tersangka korupsi menjadi perhatian, nilai sebenarnya terletak pada potensi alam yang terkandung dalam Blok Mandiodo.