Example floating
Example floating
Daerah

Ini Modus PSK Sekarang; Mangkal di Warung Bobok di Rumah – 17 PSK Digaruk Satpol PP

A. Daroini
×

Ini Modus PSK Sekarang; Mangkal di Warung Bobok di Rumah – 17 PSK Digaruk Satpol PP

Sebarkan artikel ini

inilah-psk-ponorogo

POnorogo, (Memo.co.id)

Baca Juga: Respon Aduan Masyarakat, Saluran Irigasi di Kelurahan Ngampel Sepanjang 115 Meter Langsung Direhab Pemkot Kediri

Setelah lokalisasi ditutup, Pekerja Seks KOmersial ( PSK ) di POnorogo menemukan cara lain. Yaitu mangkal di waung -warung, sekitar Pasar Janti Desa NGuprit, Babadan Ponorogo. Setelag bertemu dengan pelanggan dan deal harga, para PSK mengajak ke beberapa rumah yang dirahasiakan.

Kemarin siang, seanyak 17 PSK di Kota Ponorogo terjaringa dalam rasia penyakit masyarakat yang ada di pinngir jalan. Petugas Satpol PP kemudian mendata belasan wanita penjaja seks itu ke kantor Pekab Ponorogo. Satu per satu mereka dimintai identitasnya. Setelah selesai, mereka dikirim ke Dinsosnakertrans POnorogo.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Para PSK tersebut memilih warung warung menjalani profesinya setelah lokalisasi Kedung Banteng ditutup Pemkab Ponorogo. ” Ya, memang setelah identifikasi petugas, kebanyakan mereka bekas penghuni Kedung Banteng. Mereka sudah sbulan ini mengkal di warung warung. Tentu saja, keberadaan mereka sangat meresahkan warga di sekitar sini,” kata Kepala Satpol PP Ponorogo Wahyu Paripurnawan.

Sebelum menggelar razia di warung warung tersebut, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar. Kepala Satpol PP Ponorog tersebut mengaku, untuk melakan razia terhadap mereka, harus hati- hati. Sebab, tidak mungkin, begitu berangkat dari kantor, metreka sudah tidak ada. Mereka kabur duluan.

Baca Juga: Banjir Berkah Program Spesial Ramadan 1447 H Bank Jatim Iftar Eksklusif KMG Berhadiah Umroh Hingga KPR Bunga 364 Persen Untuk Nasabah

Oleh karena itulah, Satpol PP menggunakan cara dan strategi di lingkungan internalnya. Rencana razia tidak diberitahukan ke anggota. Dia sendiri emmilih waktu kemudian merencanakan kapan ddilakukan. Sebelum razia, HP milik anggota Satpol PP juga dikumpulkan, sehingga tidak ada yang bis akomunikasi dengan pihak luar.

Rahasia tersebut hanya dilakukan di 1 lokasi saja. Mengingat, target Satpol PP POnorogo adalah mengamankan obyek yang dilaporkan masyarakat sekitar. Jadi, tidak boleh gagal. Pemilik warung bisa saja melakukan komunikasi dengan orang per orang, diantaranya karyawan Pemkab POnorogo, karena pemilik warung juga berkepentingan terhadap keberadaan PSK tersebut. ( dny )