
NGANJUK,MEMO.CO.ID
Kelangkaan dan kenaikan harga tabung gas elpiji 5 kilogram yang menjadi keresahan masyarakat miskin di Kabupaten Nganjuk ditanggapi serius oleh komisi ll DPRD Nganjuk.
Seperti disampaikan Bashori selaku Ketua Komisi ll DPRD Nganjuk bahwa dalam waktu dekat akan melayangkan surat panggilan kepada Hiswana Migas beserta distributor elpiji dan leading sektor dari Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) setempat.
Baca Juga: Kepala Dinsos Menyerah, Paska Ancaman Demo Puluhan Kepala Desa se Kecamatan
Agenda pemanggilan tersebut menurut politisi dari PKB ini akan direnjakan dalam rapat dengar pendapat (hearing). ” Untuk jadwalnya belum bisa dipastikan kapan karena harus direnjakan dulu.Tapi sebisanya dalam waktu dekat sudah bisa digelar hearing,” tuturnya hari ini (9/9).
Persoalan ini masih dikatakan anggota dewan tiga periode ini sangat urgen dan sensitif karena menyangkut kebutuhan masyarakat miskin. ” Yang perlu ditekankan disini persoalan pengawasan dari dinas terkait harga dan pendistribusian serta stok gas elpiji bersubsidi yang dinilai masih lemah,” paparnya.
Baca Juga: Sidang Korupsi Perangkat Desa Kediri Ungkap Skema Aliran Dana Haram Melibatkan Puluhan Camat
Kendati demikian lebih lanjut dikatakan dia untuk persoalan tabung gas bersubsidi bahwa selama ini masih terjadi dari polemik ditingkat bawah. Artinya pendistribusianya tidak sesuai sasaran. Masih banyak masyarakat yang status ekonominya dilavel atas masih menggunakan tabing gas elpiji 5 kilogram. Padahal keperuntukanya khusus keluarga tidak mampu.
Hal ini sesuai rencana pemerintah akan ada pengurangan jumlah tabung gas elpiji dan akan dilakukan pendataan ulang. ” Ini bertujuan pemanfaatanya tepat sasaran,” pungkasnya.
Sementara itu persoalan kelangkaan tabung gas elpiji juga terjadi di Desa Sonobekel Kecamatan Tanjunganom. Menurut pengakuan Suwito salah satu warga Dusun Ngebrukan Desa Getas bahwa banyak warga dari Desa Sonobekel yang kebinggungan membeli gas elpiji 5 kilogram. ” Beberapa hari ini sering membeli keluar desa,” terangnya. (adi)












