NGANJUK, MEMO – Sejak satu bulan terakhir ini , sumber mata air milik warga di Desa Dawuhan Kecamatan Jatikalen terancam hilang. Itu di alami oleh masyarakat RT 12 dan RT 13 di RW 03 Dusun Dawuhan yang berdekatan dengan PT Sumindo Karya Abadi ( SKA) salah satu industri bergerak dalam usaha pengolahan dan pembekuan udang yang hingga saat ini masih dalam proses pembangunan.

Desas desus yang berkembang di tengah masyarakat setempat, hilangnya sumber mata air warga terindikasi karena adanya pembangunan ” sumor bor ” berskala besar dengan kedalaman melebihi sumur warga.
Dari pengakuan warga, pembangunan sumur bor yang konon dikabarkan belum berijin tersebut jumlahnya lebih dari satu titik dan seluruhnya dibangun di area pabrik.

” Kalau sumur warga kedalamanya rata rata 20 meter. Sementara sumur bor milik pabrik kedalamanya diatas 80 meter. Ini penyebab utama sumur warga banyak yang kekeringan,” ucap Suwaji salah satu warga terdampak.
Sebelum pabrik membangun sumor bor , masih kata Suwaji , debet air sumur tidak ada masalah. Artinya tetap normal meskipun dilanda musim kemarau panjang.

” Tahun tahun sebelumnya tidak pernah terjadi masalah kesulitan air bersih. Baru satu bulan ini warga sekitar pabrik benar benar dibuat pusing tujuh keliling,” tandasnya juga.
Setiap hari lebih lanjut diungkapkan Suwaji air yang disedot menggunakan Sanyo tidak bisa mengalir normal seperti sebelumnya. Terkadang macet tidak keluar airnya. Termasuk air dari sumur gali juga sudah banyak yang kekeringan.

” Saya sudah mengadu ke desa sampai bupati, namun sampai sekarang belum ada tindakan apapun. Minimal cek sumur warga atau bila perlu sidak ke pabrik,” tegas Suwaji juga.
Kalau kondisi ini tidak segera teratasi disampaikan juga oleh Suyitno maka kampung dusun dawuhan bisa berpotensi akan kehilangan sumber air bersih untuk kebutuhan pokok warga.
Sementara itu saat para awak media akan mengklarifikasi keluhan warga itu ke Moh.Qoyum selaku Kepala Desa Dawuhan tidak berhasil ditemui. Dan ketika dihubungi berulangkali lewat nomor WhatsAppnya tidak direspon. ( Adi)












