NGANJUK, MEMO – Kalau generasi muda sudah menjadi budak narkoba, bagaimana masa depan bangsa kita ke depan ?. Padahal generasi muda adalah pilar dan pewaris penerus bangsa, kalau generasinya rapuh dan lapuk karena digrogoti narkoba bisakah mewujudkan cita cita mempertahankan keutuhan NKRI
?.
Begitu prilog singkat Titis Sumarlan saat membuka rapat sosialisasi bahaya narkoba di pendopo balai desa Jogomerto Kecamatan Tanjunganom pada Kamis sore ( 17/09/2026) dimulai sekitar pukul 20.00 WIB.
Dihadapan para peserta sosialisasi bahaya narkoba, Titus Sumarlan menyampaikan kata kata motivasi salah satunya untuk menjadi generasi emas tinggalkan pengaruh dunia narkoba. Bentengi diri dengan wawasan kebangsaan, agama dan ilmu sosial masyarakat.
” Jangan takut berkata tidak, jika dirayu teman dekat hanya untuk mencicipi barang terlarang ini. Awalnya coba coba begitu merasa enak selanjutnya anda sudah masuk perangkap mereka. Ingat masa depan ada di tangan adik sendiri,” beber Titus Sumarlan bersemangat.
Bentuk penjajahan bangsa asing sekarang ini masih kata Titus Sumarlan yang berprofesi sebagai pengusaha sukses ini tidak lagi angkat senjata. Tapi dengan cara yang lebih senyap tapi mematikan. Yaitu lewat peluru pil syetan.
” Kalau fisik dan mental pilar bangsa berhasil dilumpuhkan, maka kekuatan bangsa akan ikut lumpuh,” tegasnya.
Langkah tepat mencegah generasi muda dari pengaruh narkoba lebih gamblang disampaikan Titus Sumarlan adalah membangun ketahanan diri, memperkuat peran keluarga, dan menciptakan lingkungan sosial yang positif.
Diantaranya kembangkan ketrampilan hidup, ajarkan remaja cara menolak ajakan negatif secara tegas dan bijak. Salurkan energi melalui hobi olahraga,seni, atau ikut organisasi yang produktif.
” Jangan lupa tanamkan pemahaman agama yang kuat sebagai pedoman hidup sehari hari,” jelasnya.
Langkah real di lingkungan keluarga untuk membentingi anak tidak terjerat kasus narkoba lebih dalam disampaikan Titus Sumarlan bangun komunikasi terbuka. Ciptakan suasana rumah yang nyaman agar anak bernai menceritakan masalahnya.
Langkah lainnya awasi pergaulan anak. Kenali teman teman dan kebiasaan anak tanpa merusak privasi mereka.
Berikan perhatian penuh, kurangi waktu luang anak dengan kegiatan bersama yang hangat dan suportif,” bebernya juga.
Edukasi bahaya narkoba seperti ini untuk mengenalkan bahaya narkoba seutuhnya. Tidak hanya untuk anak muda saja, tapi penting bagi orang tua.
” Mudah mudahan sosialisasi perdana di desa Jogomerto malam ini membawa manfaat positif bagi pemuda Jogomerto terbebas dari pengaruh buruk narkoba. Harapan saya pribadi semoga jangan menjadi generasi besi tapi bisa menjadi generasi emas yang memiliki masa depan yang gemilang,” pungkasnya.( Adi )












