Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Nganjuk

50 Stand Bazar Nyadran Sonoageng Dibongkar Warga , Ada Apa ? Ini Kronologisnya….

Mulyadi Memo
×

50 Stand Bazar Nyadran Sonoageng Dibongkar Warga , Ada Apa ? Ini Kronologisnya….

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 07 14 09 42 08 71 1

NGANJUK, MEMO – Jelang hari H kegiatan tradisi nyadran ( bersih desa) Sonoageng, Prambon yang rencana akan digelar pada hari Jumat Pahing ( 23/07/2026) mendatang diwarnai aksi protes warga.

Bentuk aksi protes warga yang dikordinir oleh Hadi Gondrong selaku tokoh masyarakat, Hadi Gondrong salah satunya adalah membongkar sebanyak kurang lebih ada 50 tenda yang didirikan di area pusat kegiatan nyadran tepatnya di jalan poros desa.

” Munculnya tenda tenda tersebut ternyata ada indikasi dibuat ajang bisnis desa bekerjasama dengan pihak ketiga. Satu tenda harga sewanya kisaran 500 ribu sampai hampir 1 juta,ini monopoli bisnis, ” protes Hadi Gondrong dengan nada tinggi.

Imbas dari ketentuan harga sewa yang kelewat mahal tersebut dijelaskan Hadi Gondrong berdampak langsung pada kelompok PK 5 lokal tidak bisa berjualan seperti nyadran tahun tahun sebelumnya.

Screenshot 2026 07 14 09 44 00 48

” Karena tidak berani spekulasi harga sewa tenda tinggi akhirnya mau tidak mau tergeser oleh PK5 dari luar karena berani membayar sewa dengan harga tinggi,” gerutu Hadi Gondrong.

Padahal , masih kata Hadi Gondrong tujuan utama kegiatan nyadran ini selain uri uri budaya leluhur, juga bertujuan meningkatkan ekonomi kerakyatan khususnya untuk kelompok PK5 lokal.

” Warga bersepakat untuk urusan nyadran pihak desa jangan lagi melibatkan pihak ke tiga , peran panitia nyadran desa tolong difungsikan. Jangan gara gara kejar income tapi tidak mempertimbangkan dampak sosialnya,” warning Hadi.

Hal senada disampaikan dari salah satu PK5 lokal yang enggan namanya disebut kepada wartawan memo.co.od mengaku kecewa berat dengan konsep desa yang dianggap tidak pro warga.

” Kalau harus bayar mahal mending gak jualan,” tuturnya singkat.

Sementara itu Kepala Desa Sonoageng, Suharto saat akan diklarifikasi persoalan pembongkaran 50 stand nyadran oleh warga lewat nomor WhatsApp nya belum bisa terhubung.

Dan sampai berita ini ditulis, muncul kabar mengejutkan yaitu para pengurus panitia nyadran desa satu persatu mengundurkan diri dari jajaran kepanitiaan nyadran desa. (Adi)

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini