Example floating
Example floating
NGANJUK

3 Menit Dihantam Angin Ribut, Satu Unit Rumah Tua Di Sidoharjo Ambruk Rata Dengan Tanah

Mulyadi Memo
×

3 Menit Dihantam Angin Ribut, Satu Unit Rumah Tua Di Sidoharjo Ambruk Rata Dengan Tanah

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Musibah puting beliung membawa petaka. Satu unit rumah tua diketahui milik Mursidi ,64, warga Dusun Mukuh RT 01 RW 06 Desa Sidoharjo Kecamatan Tanjunganom ,Nganjuk roboh rata dengan tanah.

Robohnya rumah tua yang terbuat dari papan kayu jati berukuran besar seperti diceritakan Mursidi hanya dalam waktu 3 menit. Itu bersamaan dengan datangnya angin kencang dari arah timur.

Baca Juga: Puasa Hari Ke 26,Kang Marhaen Gelar Safari Ramadhan Di Ponpes Ubaidah Kertosono

” Robohnya secepat kilat. Mungkin durasinya hanya 3 menitan. Saya sempat lari sambil membawa motor dari dalam rumah. Untungnya saya lari kebelakang. Kalau lari ke depan bisa berakibat fatal tertimbun atap rumah,” ujar Mursidi saat ditemui dirumahnya yang kondisinya sudah berserakan rata dengan tanah hari ini ( Senin,3/11/2025).

Baca Juga: Korban Skandal Sertifikat Bermunculan, Mantan Sekdes Ngringin Jadi Topik Investigasi

Hasil pantauan wartawan memo co.id di TKP, tidak ada benda berharga yang tertimbun atap rumah. Hanya meja kursi butut, sepeda kumbang serta perabotan dari kayu yang dimungkinkan tidak bisa diselamatkan.

Baca Juga: 10 Tahun Pengajuan Tiga Sertifikat Pemecahan Dan Balik Nama Tak Kunjung  Jadi,Mantan Sekdes Ngringin Terancam Dipolisikan, Ada Apa ????

Saat ditanya wartawan estimasi kerugian materiil dengan runtuhnya atap rumahnya menurut Mursidi tidak bisa ditafsir. Hanya saja seperti disampaikan Mursidi ada satu permintaan agar pasca peristiwa ini dari pihak pemerintah daerah melalui Dinas terkait bisa membantu meringankan beban korban puting beliung.

” Robohnya rumah saya disebabkan murni bencana, sepatutnya ada perhatian khusus dari daerah,” harap Mursidi.

Untuk diinformasikan juga bahwa pada hari ini ( Senin,3/11/2025) pasca kejadian Mursidi dibantu satu warga membersihkan puing puing atap yang hancur berserakan.

Namun belum sampai selesai bersih bersih tiba tiba rombongan dari Dinas Perkim, Dinas Sosial, BPBD, TAGANA , dan dari perwakilan kecamatan Tanjunganom berkunjung di kediaman Mursidi.

Kedatangan rombongan memberikan bantuan paket sembako dan kasur mini. Bantuan tersebut diberikan dari Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk. Sedangkan dari Dinas Perkim masih melakukan assessment untuk dijadikan dasar besaran bantuan untuk para korban.

” Sebelum kita salurkan bantuan kepada para korban puting beliung, terlebih dahulu kita lakukan pendataan secara akurat,” ujar Kepala Dinas Perkim Nganjuk, Mashudi Nurul Huda.

Untuk nominal besarnya bantuan masih kata Kadis Perkim tergantung dari tingkat kerusakan rumah. Ringan sedang atau berat. Itu bisa diketahui setelah didata dari tim assessment baru bisa action penyaluran bantuan ke masyarakat korban puting beliung.

” Hasil assessment akan kami rekomendasikan ke BPBD untuk dasar pengajuan ke bupati. Kalau sudah ada ACC dari bupati baru mengeksekusi anggaran ,” tandasnya juga.

Diinformasikan juga bentuk bantuannya hasil wawancara dengan Kadis Perkim berupa uang. Nominalnya sesuai tingkat kerusakan. ( Adi)