Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Blitar

200 Gapoktan Blitar Kebagian Alsintan, Setiyono Ungkap Rincian Bantuan Pertanian

Prawoto Sadewo
×

200 Gapoktan Blitar Kebagian Alsintan, Setiyono Ungkap Rincian Bantuan Pertanian

Sebarkan artikel ini
IMG 20261021 WA0032

Blitar, Memo.co.id

Sekitar 200 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Blitar menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah daerah. Penyaluran bantuan tersebut menjadi salah satu agenda dalam peresmian Sekretariat Gapoktan Karya Tani Mandiri di Bajang, Kecamatan Talun.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Setiyono, mengungkapkan bantuan yang disalurkan mencakup sejumlah peralatan untuk menunjang kegiatan produksi petani.

 

“Selain peresmian Kantor Sekretariat Gapoktan Karya Tani Mandiri Kabupaten Blitar, kami juga membagikan alsintan oleh Pak Bupati kepada para penerima,” ujar Setiyono.

 

Bantuan tersebut terdiri atas satu unit combine harvester besar, dua unit transplanter, 47 unit alsintan lainnya, 60 unit pompa air berukuran tiga inci, serta tiga unit hand tractor.

 

Menurut Setiyono, bantuan itu didistribusikan kepada sekitar 200 Gapoktan se-Kabupaten Blitar. Namun, besarnya jumlah kelompok penerima belum dengan sendirinya menjawab sejauh mana bantuan tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan menekan biaya usaha tani.

 

Efektivitasnya akan sangat bergantung pada ketepatan sasaran, kesiapan petani mengoperasikan peralatan, serta pengelolaan dan perawatan alsintan setelah diserahkan.

 

Peresmian Sekretariat Beriringan dengan Penyaluran Bantuan

 

Penyaluran alsintan dilakukan bersamaan dengan peresmian Sekretariat Gapoktan Karya Tani Mandiri. Kegiatan berlangsung melalui kenduri dan prosesi potong tumpeng yang dihadiri Bupati Blitar Rijanto serta perwakilan petani.

 

Rijanto mengatakan, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

 

Ia berharap keberadaan sekretariat dapat memperkuat koordinasi antarpetani, membuka akses terhadap teknologi pertanian, dan mendorong pengembangan usaha tani yang lebih modern.

 

“Pertanian tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga harus memperhatikan kualitas produk, efisiensi biaya produksi, nilai tambah, dan keberlanjutan lingkungan,” kata Rijanto.

 

Bupati juga meminta Gapoktan memperkuat penggunaan pupuk organik, praktik pertanian ramah lingkungan, serta regenerasi petani agar sektor pertanian tetap diminati generasi muda.

 

Gapoktan Diminta Jadi Penghubung Persoalan Petani

 

Ketua Gapoktan Karya Tani Mandiri Kabupaten Blitar, M.F.A. Maskuri, menyebut sekretariat yang baru diresmikan diharapkan menjadi pusat koordinasi dan konsolidasi kelompok tani.

 

Menurut Maskuri, keberadaan sekretariat akan memudahkan Gapoktan menyampaikan persoalan petani kepada pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.

 

“Gapoktan Kabupaten Blitar akan hadir di tengah-tengah petani di kala petani Blitar ada permasalahan. Kita sampaikan langsung ke stakeholder dan carikan solusi bersama demi kesejahteraan petani di Kabupaten Blitar,” ujarnya.

 

Sekretariat tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk membahas persoalan pertanian dan membangun kemitraan.

 

Sementara itu, penyaluran alsintan kepada ratusan Gapoktan menjadi dukungan konkret pemerintah daerah bagi sektor pertanian. Tantangan berikutnya adalah memastikan alat yang telah diserahkan benar-benar dimanfaatkan, dirawat, dan memberikan dampak terhadap biaya produksi maupun pendapatan petani.

 

Catatan: Jenis 47 unit alsintan belum disebutkan secara rinci dalam keterangan yang tersedia. Pemerintah daerah juga belum memaparkan nilai bantuan, daftar penerima, maupun mekanisme pemanfaatan dan perawatannya.**