Example floating
Example floating
Jatim

2 Tahun Pandemi COVID-19, Angka Stunting di Jatim Tinggal 23,5%

A. Daroini
×

2 Tahun Pandemi COVID-19, Angka Stunting di Jatim Tinggal 23,5%

Sebarkan artikel ini
2 Tahun Pandemi COVID-19, Angka Stunting di Jatim Tinggal 23,5%

“Ketika awal pandemi COVID-19, saya kira sulit menurunkan angka stunting. Tapi ternyata tidak. Penghargaan untuk tenaga kesehatan dan seluruh kader posyandu yang ikut berkontribusi di masa pandemi,” kata Arumi.

Mantan artis ini menambahkan, berbagai langkah pun dilakukan PKK. Yakni melalui pengoptimalan pekarangan sebagai sumber cadangan pangan dan gizi keluarga. Kemudian pelaksanaan pola konsumsi beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). “Secara perlahan-lahan, angka stunting dapat ditekan,” ujarnya.

Baca Juga: Penyidik KPK Kembali ke Ponorogo, Geledah Kantor Dinkes Ponorogo Selama 8 Jam

Menurut Arumi, stunting mendapat atensi dan menjadi prioritas Pemprov Jatim dan TP PKK. Dari isu stunting, ada tiga program yang sudah dilakukan selama tiga tahun di masa kepemimpinan Khofifah-Emil untuk menurunkan stunting. Yakni peningkatan ekonomi keluarga untuk pencegahan stunting dengan melakukan pengembangan wirausaha, sosialisasi pengoptimalan pekarangan sebagai sumber cadangan pangan dan gizi keluarga serta pelaksanaan pola konsumsi B2SA Berbasis Sumber Daya Lokal.

 

Baca Juga: Berjalan dari Bali, Puluhan Biksu Asia Tenggara Ziarah Makam Gus Dur di Tebuireng Jombang