“Rukyat sejalan dengan sunnah Nabi yang telah dilakukan sejak dahulu untuk mengamati hilal saat akan memulai atau mengakhiri puasa. Sunnah ini dipertegas oleh Fatwa MUI bahwa penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah berdasarkan metode hisab dan rukyat,” jelasnya.
“Ini juga merupakan bagian dari syiar Islam, yang sangat penting,” tambahnya. Kedua, dimensi pengetahuan. Rukyat adalah proses konfirmasi atas data hisab dan astronomi.
Baca Juga: Kemenag Umumkan Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2025
“Apa yang telah dihitung secara astronomi, kita konfirmasi di lapangan melalui rukyat,” ucap Abu Rokhmad. Seperti halnya awal Ramadan, Kemenag akan menggunakan peralatan canggih dalam proses rukyat.
Rencananya, proses rukyatul hilal akan dilakukan di 33 titik. Menurut Abu Rokhmad, terdapat satu titik rukyatul hilal di setiap provinsi, kecuali Bali. “Di provinsi Bali, karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, rukyatul hilal tidak akan kami laksanakan di sana,” jelasnya.
Baca Juga: Peluang Lebaran Bersama, NU Prediksi Idul Fitri Jatuh Serentak dengan Muhammadiyah
Sidang isbat akan digelar sekitar pukul 18.45 WIB dan berlangsung secara tertutup. Hasil sidang isbat akan diumumkan melalui konferensi pers oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.












