Kasus tersebut seolah tidak ada habisnya dan berkesinambungan, pihak kampus pun khawatir akan keamanan dan keselamatan para mahasiswa sehingga ditariknya mahasiswa untuk kembali ke kampus masing-masing.
Sebanyak 13 mahasiswa KKN Unej menempati rumah kepala Desa Tempeh Tengah sebagai posko KKN.
“Ini kami berencana menarik mahasiswa Unej mulai hari ini, penarikan ini hanya untuk lokasi Lumajang, sementara di kota lain tetap berjalan sesuai jadwal,” terang Ali Badrudin.












