Dengan terang-terangan, Eksan menganggap Anies seperti Cak Nur dan Gus Dur, sosok intelektual muslim Indonesia yang mengubur cita-cita politik negara Islam. “Ia benar-benar menyadari sedari lahir membawa identitas agama dan negara sekaligus. Ia muslim sekaligus warga negara Indonesia. Dua identitas ini tak bisa dipisahkan satu sama lain,” kata Eksan.
Tudingan politik identitas terhadap Anies dianggap Eksan tak ubahnya fobia. “Anies-phobia. Istilah ini (politik identitas) digunakan oleh kelompok anti Anies untuk mengkonsolidasikan dendam kesumat atas rasa kecewa dan marah akibat kekalahannya pada Pilkada DKI Jakarta 2017,” kata Eksan.
Baca Juga: Viral Pemudik Nyasar ke Sawah Sleman Akibat Navigasi Digital Jalur Alternatif Dihapus












