Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Metropolis

Warga Keluhkan Kenaikan Tarif ‎ Pas Diterminal Penumpang Pelabuhan Gresik

A. Daroini
×

Warga Keluhkan Kenaikan Tarif ‎ Pas Diterminal Penumpang Pelabuhan Gresik

Sebarkan artikel ini

gresik mengeluh

Gresik, Memo.co.id – Kenaikan tarif pas di terminal penumpang pelabuhan Gresik mulai dikeluhkan warga. Pasalnya, kenaikan tarif pas ini tidak diimbangi fasilitas dan pelayanan yang lebih baik.
Seperti diketahui, beberapa bulan yang lalu Pelindo melakukan penyesuaian tarif pas terminal penumpang di pelabuhan Gresik dari sebelumnya hanya Rp 4.000 per penumpang sekali masuk menjadi Rp 7.500.

Baca Juga: Fenomena Jenazah Warga Demak Hidup Lagi Saat Hendak Dimandikan Gegerkan Jagat Maya

Abd Hamid, salah seorang warga asal Bawean yang tinggal di Gresik menilai, kenaikan tarif pas penumpang yang diberlakukan oleh pihak Pelindo beberapa bulan yang lalu itu sebagai sebuah keputusan yang asal-asalan.

Selain tidak melibatkan aspirasi masyarakat, kenaikan tarif tersebut menurut Hamid sama sekali tidak diimbangi dengan peningkatan fasilitas dan pelayanan yang lebih baik.

Baca Juga: Penggeledahan Kantor Badan Gizi Nasional Oleh Kejagung Seret Mantan Kepala Dadan Hindayana

Dia mencontohkan keberadaan kipas angin yang terpasang di dinding dibiarkan mati sejak beberapa bulan lalu. Akibatnya, ruang tunggu terasa panas dan gerah. Lalu, kondisi toilet yang jorok dan sering kehabisan air.

“Apa gunanya tarif pas penumpang naik kalau fasilitas yang ada tambah bobrok. Harusnya pelabuhan sekelas Gresik ini sudah terpasang kanopi penyebrangan, air toilet lancar, masak kipas angin mati dibiarkan,” kata Hamid, Rabu (20/4/2016).

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

Menurut dia, harusnya pihak Pelindo menata ruang terminal seperti pemasangan ring akses penumpang agar tidak berdesak-desakan. Lalu penataan tempat parkir dan pemasangan atap kanopi menuju kapal agar penumpang tidak kepanasan dan kehujanan.

“Pelindo ini yang bertanggung jawab, setiap mau naik ke kapal penumpang harus berjubel dan berdesak-desakan, harusnya dipasang kanopi atau lorong beratap agar penumpang tidak kepanasan dan kehujanan”, imbunya.‎ (Luki)