Blitar, Memo
Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram kembali dikeluhkan warga Kota Blitar dalam beberapa hari terakhir. Tak hanya sulit ditemukan, harga gas melonjak hingga menyentuh angka Rp21 ribu per tabung di tingkat pengecer.
Baca Juga: Deteksi Dini Penyakit Penting, Nurhadi Ajak Masyarakat Blitar Rutin Skrining Kesehatan
Sejumlah toko dan agen elpiji mengaku kehabisan stok, memaksa warga berkeliling dari satu pengecer ke pengecer lain untuk memenuhi kebutuhan memasak. Kondisi ini memicu kepanikan di kalangan masyarakat.
“Saya dari Patihan keliling ke mana-mana. Baru dapat gas di dekat pangkalan Mayangkara, padahal jaraknya jauh. Di SPBU juga habis semua,” ujar Enggal, warga Kelurahan Pakunden, Sabtu (26/7/2025).
Baca Juga: Berbagi di Bulan Ramadan, Polsek Sananwetan Bagikan Takjil untuk Pengendara
Selain langka, harga juga meroket. “Saya akhirnya beli satu tabung, meski harganya sampai Rp21 ribu. Karena memang sangat butuh untuk masak,” imbuhnya.
Sejumlah pengecer membenarkan bahwa pasokan dari agen utama berkurang dalam beberapa hari terakhir. Hal itu berdampak langsung pada stok mereka yang cepat habis dan sulit dipenuhi kembali.
Baca Juga: BGN Turun Tangan, Puluhan SPPG di Blitar Raya Ditutup Karena Tak Penuhi Standar
“Memang dari sananya lagi seret. Saya juga tidak bisa banyak komentar, takut nanti malah kena teguran dari agen,” ucap Sri, salah satu pengecer gas.
Baik konsumen maupun pengecer berharap distribusi gas elpiji 3 kilogram segera kembali normal. Mereka meminta pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan agar tidak terjadi kelangkaan berkepanjangan.
“Kalau pasokan lancar, warga tidak panik, dan kami juga tidak rugi. Kami harap situasi ini segera membaik,” pungkas Sri.












