Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Wali Kota Kediri Kukuhkan Pengurus Dewan Kesenian Jaranan Kediri Wahyu Krida Budaya

A. Daroini
×

Wali Kota Kediri Kukuhkan Pengurus Dewan Kesenian Jaranan Kediri Wahyu Krida Budaya

Sebarkan artikel ini
Dewan Kesenian Jaranan Kediri
  • Dewan Kesenian Jaranan Kediri. Vinanda Prameswati resmi melantik kepengurusan baru Dewan Kesenian Jaranan periode 2025–2028 di tengah keramaian CFD Jalan Dhoho.
  • Pemerintah daerah mendorong inovasi narasi seni agar Jaranan Pecut Samandiman mampu memikat generasi muda hingga wisatawan mancanegara.

Visi Baru Pelestarian Budaya Lokal Lewat Inovasi Seni Jaranan

Semangat pelestarian budaya tradisional di Kota Kediri memasuki babak baru dengan dikukuhkannya kepengurusan Dewan Kesenian Jaranan “Wahyu Krida Budaya” periode 2025–2028.

Prosesi pengukuhan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Kediri, ViVinanda Prameswatiberlangsung semarak di tengah ribuan masyarakat yang memadati kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Dhoho, Minggu (01/02/2026).

Baca Juga: Vinanda Prameswati Jenguk Petugas Damkar Kediri Korban Tawon

Langkah ini menandai komitmen kuat pemerintah kota dalam memposisikan kesenian tradisional sebagai pilar identitas daerah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam momen bersejarah tersebut, Sugito resmi menerima mandat sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Jaranan Kota Kediri. Penyerahan akta serta Surat Keputusan (SK) resmi oleh Wali Kota menjadi simbol legalitas sekaligus tanggung jawab besar dalam menakhodai organisasi seni ini selama tiga tahun ke depan.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Hadiri Rakornas Pemerintah 2026 di Sentul

Kehadiran para seniman, tokoh budaya, serta Ketua Panitia, Hanif, menambah kesakralan acara yang digelar di jantung pusat kota tersebut.

Wali Kota Vinanda Prameswati, dalam sambutannya, memberikan apresiasi tinggi atas kesediaan para pengurus untuk mendedikasikan diri pada dunia seni. Ia menekankan bahwa jabatan yang diemban oleh Sugito dan jajaran pengurus lainnya bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah amanah untuk membawa transformasi positif bagi ekosistem kesenian jaranan di Kota Tahu.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Perkenalkan IPLT Lewat Senam Bersama

“Selamat kepada Bapak Sugito. Kami berharap kepengurusan ini menjadi mesin penggerak yang membawa kemajuan nyata bagi kesenian jaranan, memastikan warisan luhur ini tetap eksis dan relevan di tengah modernitas,” ujar sosok yang akrab disapa Mbak Wali tersebut.

Lebih lanjut, Vinanda memaparkan visi besarnya untuk menjadikan jaranan sebagai media edukasi karakter. Baginya, jaranan bukan hanya tontonan atau atraksi fisik semata, melainkan fragmen sejarah yang sarat akan nilai moral dan filosofi kebersamaan. Ia menyoroti pentingnya pengemasan ulang cerita atau narasi dalam pertunjukan agar lebih mudah dicerna oleh gegenerasi Z dan Alpha

“Tantangan kita adalah bagaimana pesan dalam kesenian jaranan ini bisa sampai ke anak-anak TK, SD, hingga SMP. Cerita-cerita tradisional perlu dikemas secara kreatif, komunikatif, dan menggunakan bahasa yang ringan tanpa menghilangkan esensi aslinya. Inovasi adalah kunci agar mereka mencintai budaya sendiri sejak dini,” jelasnya penuh semangat.

Tak hanya menyasar pasar domestik, Vinanda juga menaruh harapan besar agar Jaranan Pecut Samandiman yang menjadi kekhasan Kediri dapat menembus kancah internasional.

Ia mendorong para pengurus untuk membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor pariwisata, guna mempromosikan jaranan kepada wisatawan mancanegara melalui pertunjukan yang lebih teatrikal dan profesional.

Optimisme terpancar dari wajah para pengurus baru yang hadir. Walaupun menyadari beban tanggung jawab yang tidak ringan, sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat diyakini mampu menjaga api semangat Jaranan Pecut Samandiman tetap menyala, bahkan semakin terang sebagai ikon kebanggaan Kota Kediri di mata dunia.