Ini adalah semangat yang sejalan dengan Misi Keempat Kota Kediri, yaitu “Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Inovatif, Responsif dan Berintegritas”. Sebuah komitmen yang dicanangkan untuk masa depan kota.
“Memang bukan jalan yang mudah,” akunya, “tetapi jika impian kita adalah membawa Kota Kediri menjadi daerah yang maju, bebas dari praktik kotor, dan dicintai oleh masyarakatnya, maka integritas adalah satu-satunya fondasi yang kokoh.”
Baca Juga: Menyingkap Misteri Situs Adan-Adan Kediri yang Viral Karena Ukurannya Melebihi Borobudur
Ia menekankan bahwa kekuatan sebuah pemerintahan tidak dibangun di atas manipulasi atau kepentingan pribadi, melainkan pada kejujuran dan rasa tanggung jawab yang tak tergoyahkan.
Vinanda menambahkan, Pemerintah Kota Kediri tidak boleh hanya sekadar “terlihat baik” di atas tumpukan dokumen resmi. Mereka harus benar-benar “bermartabat di hati masyarakat.” “Saya tidak hanya menginginkan Kota Kediri tampak hebat di atas kertas. Saya ingin Kota Kediri bersemayam dalam hati masyarakat,” pungkasnya penuh harap.
Baca Juga: JUMAT BERSIH SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah
“Karena itu, mari kita manfaatkan hasil MCSP dan SPI sebagai pemicu untuk perbaikan tanpa henti. Mari kita mulai dari diri kita sendiri, dari sudut ruang kerja kita, dan dari setiap sistem yang kita bangun bersama. Saya mengajak seluruh jajaran untuk tidak hanya sekadar berbicara tentang antikorupsi, tetapi benar-benar menjadi teladan nyata dalam setiap tindakan. Bukan hanya dalam kerangka program dan dokumen, tetapi dalam setiap keputusan kecil sehari-hari yang kita ambil.”
Puncak acara sosialisasi ini ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas. Prosesi penting ini dilakukan oleh jajaran Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat se-Kota Kediri, hingga Direktur BUMD dan BLUD. Seluruh penandatanganan disaksikan langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha.
Baca Juga: Penemuan Artefak Batu Yoni di Sawah Kediri Menguak Jejak Peradaban Masa Lalu
Sederet tokoh penting turut meramaikan acara ini, termasuk Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit, para narasumber dari Tim SPI Direktorat Monitoring Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Fachruddin Putra dan Sukardi Arifin, serta Chairman Airlangga Institute For Learning And Growth (AILG) Eko Supeno. Kehadiran mereka menegaskan komitmen kolektif dalam menjaga integritas di lingkungan Pemerintah Kota Kediri.












