Berdasarkan informasi dari NIID Tokyo, antibodi terhadap Virus Oz ditemukan pada monyet liar, babi hutan, dan rusa yang hidup di Prefektur Chiba, Tokyo, Gifu, Mie, Wakayama, Yamaguchi, dan Oita.
“Selain itu, dua pemburu di Yamaguchi juga dilaporkan positif mengandung antibodi. Secara demografis, Thogotovirus juga telah menyebar di banyak wilayah di dunia,” ujar Maxi.
Baca Juga: JUMAT BERSIH SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah
Sebelumnya, Pemerintah Jepang mencatat kasus kematian pertama akibat infeksi Virus Oz. Korban adalah seorang wanita berusia 70 tahun dari Ibaraki Timur, Tokyo Utara, Jepang.
Kementerian Kesehatan Jepang mengungkapkan bahwa wanita tersebut mengunjungi dokter pada musim panas 2022. Ia mengeluhkan gejala demam dan kelelahan.
Virus Oz, anggota baru dari Genus Thogotovirus, masih belum ditemukan di Indonesia menurut Kementerian Kesehatan RI.
Namun, kesadaran akan potensi bahayanya penting, mengingat virus ini dapat menyebabkan radang otak, demam, pneumonia, dan bahkan kematian.
Cara penularannya yang pasti masih belum diketahui sepenuhnya, tetapi diduga terjadi melalui gigitan kutu.
Informasi terbaru menunjukkan adanya antibodi Virus Oz pada beberapa hewan, seperti monyet liar, babi hutan, dan rusa di beberapa wilayah Jepang.
Penting bagi kita untuk memahami gejala yang muncul dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang dianjurkan oleh otoritas kesehatan untuk melindungi diri kita dan masyarakat dari potensi ancaman Virus Oz.












